MANAGED BY:
RABU
24 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 20 Maret 2017 11:21
Jika Tidak Lebih Baik, Tarakan Bisa Tertinggal
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN – Memilih pemimpin Kota Tarakan harus benar-benar berkompeten dan memahami benar persoalan yang sedang dialami warganya.

Direktur Riset Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi (JPIP) Area Kaltim-Kaltara, Dr.Irwan Gani mengatakan, seorang figur calon pemimpin Tarakan harus berpihak ke daerahnya, paham dengan situasi dan kondisi daerahnya, dan kemudian tahu peta permasalahan yang ada di daerahnya.

“Dan menurut saya, yang paling penting dari pemimpin itu juga harus tahu bagaimana caranya melakukan percepatan-percepatan pembangunan yang ada di derahnya,” kata Irwan kepada Radar Tarakan, kemarin.

Sebab walaupun Tarakan bukan ibu kota provinsi di Kaltara, namun Tarakan merupakan pintu masuk Provinsi Kaltara yang memang sudah maju dan berkembang lebih pesat dari kabupaten lainnya di Kaltara.

“Tentunya starting poin yang dimiliki oleh seorang pemimpin selanjutnya di Tarakan tidak berawal dari angka nol. Tetapi memang sudah berada di nilai yang baik,” jelas Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman ini.

Seorang wali kota, tentu harus lebih memadai dan bisa memberikan terobosan-terobosan penting dari wali kota sebelumnya. “Tarakan itu jika ditarik angka dari poin satu sampai sepuluh, dia mendapat nilai tujuh. Maka tugas pemimpin Kota Tarakan nantinya adalah meningkatkan nilai tujuh itu tadi menjadi delapan atau bahkan sembilan,” ungkapnya.

Tarakan memang sedikit lebih sulit dibanding kabupaten lainnya di Kaltara, karena nilainya memang sudah cukup tinggi. “Dan tentunya sudah dapat bersaing dengan kota-kota terdepan yang ada di Kalimantan Timur (Kaltim). Oleh karena itu, pemimpin yang dibutuhkan oleh Tarakan adalah pemimpin yang mempunyai progres yang luar biasa untuk kemajuan Tarakan kedepannya,” tutur Irwan.

Maka dari itu, lanjut Irwan, pemimpin Tarakan yang nantinya terpilih harus bekerja dua kali lebih keras dari yang lain.

“Itu dikarenakan posisi Kota Tarakan memiliki nilai yang memang tinggi. Selain itu, Tarakan menjadi kota yang terdepan di Kaltara, dan Tarakan nantinya akan bersaing dengan kota-kota di provinsi lainnya,” kata Irwan.

Menurut Irwan, Kota Tarakan memiliki keunggulan dari kabupaten lainnya di Kaltara. “Tarakan itu hampir mirip dengan Balikpapan, yakni sebagai pintu masuk provinsi. Kemudian dia juga unggul di sektor jasa, sehingga lebih menjual dibandingkan daerah yang lainnya,” tegasnya.

Oleh karena itu, lanjut Irwan, yang perlu dilakukan saat ini adalah bagaimana cara melebarkan perkembangan Tarakan. “Jadi Tarakan nanti tidak hanya sebagai pintu masuk Kaltara, tetapi harus bisa bersaing dengan kota yang ada di provinsi lainnya, misalnya Balikpapan,” tuturnya.

Tetapi jika tidak ada gebrakan atau inovasi yang sangat menonjol dari pemimpin Tarakan kelak, maka bisa saja Tarakan akan kalah bersaing dengan kabupaten/kota lainnya. “Artinya harus lebih baik daripada yang sebelumnya,” katanya.

Untuk diketahui, tim JPIP sudah beberapa kali melakukan survey untuk Otonomi Award di Kaltara, termasuk Tarakan. Ada tiga metode yang digunakan yakni data eksisting, survey publik, dan penilaian dari peneliti.

Untuk data sekunder, ada sekitar 120 item data yang diambil. Mulai dari jumlah penduduk sampai dengan pertumbuhan ekonomi, kondisi sosial budaya dan lainnya.

Kemudian yang kedua, tim peneliti melakukan survei publik untuk memberikan penilaian dari masyarakat kepada pemerintahnya.

“Kemudian yang ketiga adalah, penilaian langsung dari para peneliti yang menilai program di daerah tersebut,” ujarnya.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 23 Januari 2018 12:50

Rekor Awal Tahun, Empat Jam Padam

TARAKAN – Meski sudah berganti tahun, namun persoalan pemadaman listrik masih terjadi. Padahal…

Selasa, 23 Januari 2018 12:48

Lebih Banyak Menghabiskan Hari-Harinya di Rumah Sakit

Adam Al Fatah anak sulung pasangan Siti (28) dan Hery (38), harus merasakan sakit yang sudah dideritanya…

Selasa, 23 Januari 2018 12:47

Dana Suvenir Balon Capai Rp 100 Juta

TARAKAN – Memasuki masa kampanye Pilwali Tarakan para pengusaha jasa pembuatan spanduk, baliho…

Selasa, 23 Januari 2018 12:45

Enam Kelurahan Rawan Kecurangan

TARAKAN - Kecurangan pada proses pemilihan umum (Pemilu), menjadi atensi khusus yang harus disikapi…

Selasa, 23 Januari 2018 12:36

Tak Cukup Bukti, Laporan Dihentikan

TARAKAN - Gugatan pasangan Sabirin Sanyong dan Tajuddin Tuwo (Santun) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU),…

Selasa, 23 Januari 2018 12:29

Hanura Terancam Jadi Penonton pada Pemilu di Kaltara, Kok Bisa?

TARAKAN - Konflik yang terjadi di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) belum…

Selasa, 23 Januari 2018 12:27

Tegaskan Imunisasi Dihalalkan MUI

TARAKAN – Target 92 persen pemberian imunisasi kepada anak-anak hingga saat ini oleh Dinas Kesehatan…

Selasa, 23 Januari 2018 12:23

Drainase Tersumbat Pasir dan Sampah

TARAKAN – Pada umumnya permasalahan di setiap lingkungan rukun tetangga (RT) hampir sama. Jika…

Senin, 22 Januari 2018 14:22

Balon-Tim Sukses Harus Melek UU

PERSOALAN biaya kampanye memang rentan mengarah ke arah black campaign. Belajar dari pengalaman sebelum-sebelumnya,…

Senin, 22 Januari 2018 14:19

Arief Jadi Wali Kota Selama 130 Hari

TARAKAN – Sang petahana Sofian Raga yang memutuskan untuk ingin melanjutkan kerjanya, pada Pilwali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .