MANAGED BY:
SENIN
27 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Senin, 20 Maret 2017 11:15
Disdikbud Kaltara Yakin Soal Tidak Bocor

Jadi Penentu Kelulusan, Jaga Kejujuran

STERIL: Sejumlah sekolah di Tarakan yang melaksanakan USBN hari ini sudah steril sejak kemarin. USBN akan berlangsung hingga Kamis lusa. HENDI SURYADI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TARAKAN – Gelaran ujian akhir bertajuk ujian sekolah berstandar nasional (USBN) untuk jenjang SMA dan SMK resmi dimulai hari ini (20/3). Meski baru perdana dijalankan, ujian ini memiliki peran sentral. Yakni menjadi salah satu penentu kelulusan.

Di dalam prosedur operasional standar (POS) USBN yang diterbitkan Kemendikbud dijelaskan, ada tiga kriteria yang menentukan kelulusan siswa. Yakni lulus ujian sekolah (US) dan USBN, memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik, dan telah menuntaskan seluruh program pembelajaran. Terkait formulasi pembobotan skor US dan USBN diserahkan ke masing-masing sekolah.

Selain itu sekolah juga dapat menambahkan kriteria kelulusan lainnya. Misalnya jumlah absensi atau kehadiran serta rerata nilai rapor. "Intinya kelulusan ditetapkan dari hasil rapat dewan guru di masing-masing sekolah," kata Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Kemendikbud Nizam di Jakarta kemarin (19/3).

Posisi USBN yang menjadi salah satu penentu kelulusan, menjadikannya rawan kecurangan. Apalagi 20 sampai 25 persen butir soal ujiannya, adalah titipan dari Kemendikbud. Nizam berharap peserta USBN mengutamakan kejujuran. "Prestasi juga penting. Jujur yang utama," katanya.

Menurut Nizam, meskipun ada embel-embel berstandar nasionalnya, siswa tidak perlu berlebihan menyambut USBN. Sebab USBN sejatinya sama dengan ujian sekolah seperti biasa. Terkait dengan penggandaan naskah USBN yang dilakukan oleh sekolah, juga sama dengan ujian sekolah selama ini.

Guru besar UGM itu menjelaskan, pelaksanaan USBN dipasrahkan 100 persen ke sekolah atau pemda. "Jika pelaksanaan USBN 100 persen oleh pusat, nanti dikatakan sebagai ujian nasional (unas, red)," jelasnya. 

Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim menjelaskan, memprediksi penyelenggaraan USBN akan disambut antusias oleh siswa. Sebab menentukan kelulusan. Dia berharap pengawasan bisa maksimal, untuk mencegah kecurangan. "Tidak boleh diremehkan," katanya.

Selain itu Ramli berharap USBN bisa menumbuhkan kembali greget ujian akhir yang dua tahun terakhir hilang. Yakni setelah Kemendikbud menghapus fungsi unas sebagai penentu kelulusan. Dia menjelaskan untuk sekolah-sekolah tertentu, gairah belajar siswa masih perlu didorong dengan unas maupun USBN.

Karena tahun ini masih perdana penyelenggaraan USBN, Ramli memaklumi jika ada kekurangan di sana-sini. Namun ke depan harus ada perbaikan. Diantaranya dia berharap semakin banyak sekolah yang melaksanakan USBN berbasis komputer. Sebab terbukti ujian berbasis komputer dapat mencegah kecurangan. Selain itu juga membuat ongkos USBN lebih hemat, karena tidak perlu cetak naskah ujian.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara, Sigit Muryono mengatakan, persiapan pelaksanakan USBN di Provinsi Kalimantan Utara telah selesai dan siap untuk dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

“100 persen kami siap melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Sigit mengungkapkan, soal USBN dirangkai dan disusun oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Soal-soal telah dicetak dan digandakan oleh masing-masing sekolah. “25 persen bahan soalnya dari pusat dengan menggunakan standar nasional. Dan selebihnya sekitar 75 persen USBN berasal dari daerah atau sekolah masing-masing. USBN ini bukan ujian nasional (Unas). Hanya saja soal yang dipersiapkan mengikuti standar nasional. Kalau ujian nasional, semua soal-soal ujian dipersiapkan dari pusat,” ujarnya.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 25 Maret 2017 11:34

Keterlaluan!!! Habis Tabrak Ibu Ini, Pengendara Pikap Langsung Kabur

TARAKAN - Kecelakaan lalu lintas lagi-lagi memakan korban, di Jalan Sei Sesayap Kelurahan Kampung Empat.…

Sabtu, 25 Maret 2017 11:24

Sang Petahana Nyatakan Maju

TARAKAN – Wali Kota Tarakan, Sofian Raga yang selama ini belum memberikan keputusan apakah akan…

Sabtu, 25 Maret 2017 11:22

Khairul Mendaftar di Golkar?

TARAKAN – Penjaringan bakal calon kepala daerah yang dibuka Partai Golongan Karya (Golkar) mulai…

Sabtu, 25 Maret 2017 11:17

Seminggu Lagi, Taksi Argo Kembali Beroperasi

TARAKAN – Tindakan tegas telah diambil Pemerintah Kota Tarakan dengan membekukan 10 unit taksi…

Sabtu, 25 Maret 2017 11:12

Bus Sekolah Kurang, Solusi Pakai BRT

TARAKAN – 4 unit bus sekolah yang sudah sejak tahun lalu beroperasi, dinilai sangat kurang untuk…

Sabtu, 25 Maret 2017 11:10

Terkendala Anggaran, Pengelolaan Belum Maksimal

TARAKAN – Pengelolaan cagar budaya di Tarakan yang saat ini berjumlah 31 destinasi masih belum…

Sabtu, 25 Maret 2017 11:06

Kasus PNS Nyabu, Masuk Pledoi

TARAKAN – Sidang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi…

Sabtu, 25 Maret 2017 11:04

Disdukcapil Masih Butuh SDM Teknis

MALINAU – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Malinau, H Zainal Arifin mengakui…

Sabtu, 25 Maret 2017 10:58

Kali Ini, Agenda Sidang Dengarkan Saksi

TARAKAN – Sidang lanjutan oknum anak anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan,…

Sabtu, 25 Maret 2017 10:53

Pembangunan Gedung Baru Tunggu Izin Prinsip

TARAKAN – Peninjauan lapangan lokasi pembangunan Polres Tarakan dilakukan Komisi III DPRD Tarakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .