MANAGED BY:
JUMAT
28 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Senin, 20 Maret 2017 11:15
Disdikbud Kaltara Yakin Soal Tidak Bocor

Jadi Penentu Kelulusan, Jaga Kejujuran

STERIL: Sejumlah sekolah di Tarakan yang melaksanakan USBN hari ini sudah steril sejak kemarin. USBN akan berlangsung hingga Kamis lusa. HENDI SURYADI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TARAKAN – Gelaran ujian akhir bertajuk ujian sekolah berstandar nasional (USBN) untuk jenjang SMA dan SMK resmi dimulai hari ini (20/3). Meski baru perdana dijalankan, ujian ini memiliki peran sentral. Yakni menjadi salah satu penentu kelulusan.

Di dalam prosedur operasional standar (POS) USBN yang diterbitkan Kemendikbud dijelaskan, ada tiga kriteria yang menentukan kelulusan siswa. Yakni lulus ujian sekolah (US) dan USBN, memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik, dan telah menuntaskan seluruh program pembelajaran. Terkait formulasi pembobotan skor US dan USBN diserahkan ke masing-masing sekolah.

Selain itu sekolah juga dapat menambahkan kriteria kelulusan lainnya. Misalnya jumlah absensi atau kehadiran serta rerata nilai rapor. "Intinya kelulusan ditetapkan dari hasil rapat dewan guru di masing-masing sekolah," kata Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Kemendikbud Nizam di Jakarta kemarin (19/3).

Posisi USBN yang menjadi salah satu penentu kelulusan, menjadikannya rawan kecurangan. Apalagi 20 sampai 25 persen butir soal ujiannya, adalah titipan dari Kemendikbud. Nizam berharap peserta USBN mengutamakan kejujuran. "Prestasi juga penting. Jujur yang utama," katanya.

Menurut Nizam, meskipun ada embel-embel berstandar nasionalnya, siswa tidak perlu berlebihan menyambut USBN. Sebab USBN sejatinya sama dengan ujian sekolah seperti biasa. Terkait dengan penggandaan naskah USBN yang dilakukan oleh sekolah, juga sama dengan ujian sekolah selama ini.

Guru besar UGM itu menjelaskan, pelaksanaan USBN dipasrahkan 100 persen ke sekolah atau pemda. "Jika pelaksanaan USBN 100 persen oleh pusat, nanti dikatakan sebagai ujian nasional (unas, red)," jelasnya. 

Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim menjelaskan, memprediksi penyelenggaraan USBN akan disambut antusias oleh siswa. Sebab menentukan kelulusan. Dia berharap pengawasan bisa maksimal, untuk mencegah kecurangan. "Tidak boleh diremehkan," katanya.

Selain itu Ramli berharap USBN bisa menumbuhkan kembali greget ujian akhir yang dua tahun terakhir hilang. Yakni setelah Kemendikbud menghapus fungsi unas sebagai penentu kelulusan. Dia menjelaskan untuk sekolah-sekolah tertentu, gairah belajar siswa masih perlu didorong dengan unas maupun USBN.

Karena tahun ini masih perdana penyelenggaraan USBN, Ramli memaklumi jika ada kekurangan di sana-sini. Namun ke depan harus ada perbaikan. Diantaranya dia berharap semakin banyak sekolah yang melaksanakan USBN berbasis komputer. Sebab terbukti ujian berbasis komputer dapat mencegah kecurangan. Selain itu juga membuat ongkos USBN lebih hemat, karena tidak perlu cetak naskah ujian.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara, Sigit Muryono mengatakan, persiapan pelaksanakan USBN di Provinsi Kalimantan Utara telah selesai dan siap untuk dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

“100 persen kami siap melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Sigit mengungkapkan, soal USBN dirangkai dan disusun oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Soal-soal telah dicetak dan digandakan oleh masing-masing sekolah. “25 persen bahan soalnya dari pusat dengan menggunakan standar nasional. Dan selebihnya sekitar 75 persen USBN berasal dari daerah atau sekolah masing-masing. USBN ini bukan ujian nasional (Unas). Hanya saja soal yang dipersiapkan mengikuti standar nasional. Kalau ujian nasional, semua soal-soal ujian dipersiapkan dari pusat,” ujarnya.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 27 April 2017 15:05

Nekat, Penjual Obat Cabuli Anak di Bawah Umur

TARAKAN – Di saat kedua orangtua Mawar (bukan nama sebenarnya) sibuk bekerja, MA (33), tetangga…

Kamis, 27 April 2017 15:03

Tega, Pacar Sendiri Dibiarkan ‘Digilir’ Teman

TARAKAN – Niat DY (21) menikahi Melati (bukan nama sebenarnya) pada bulan Mei mendatang terpaksa…

Kamis, 27 April 2017 11:47

703 Pelamar Jalur SNMPTN Diterima di UBT

TARAKAN – Pengumuman hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dilaksanakan…

Kamis, 27 April 2017 11:40

Ada Biaya Administrasi di Gerindra, Rudi: Sudah Mutlak!

TARAKAN – Banyak partai politik (parpol) yang memberlakukan adanya biaya administrasi kepada bakal…

Kamis, 27 April 2017 11:39

Jos Ikut Daftar di Demokrat, Berniat Lengkapi Berkas di Golkar

TARAKAN — Memasuki hari kedua penjaringan bakal calon (balon) Wali Kota Tarakan oleh Partai Demokrat,…

Kamis, 27 April 2017 11:37

Sudah Dijebloskan ke Lapas, Maulana Masih Berstatus ASN

TARAKAN – Meski sudah dijebloskan ke Lapas Kelas II A Tarakan pada Selasa (25/4), terkait putusan…

Kamis, 27 April 2017 11:35

Pansel Sekkot Tinggal Menunggu SK Wali Kota

TARAKAN – Sejak jabatan Sekretaris Kota (Sekkot) di Pemerintah Kota  Tarakan lowong per 16…

Kamis, 27 April 2017 11:02

Dibanding yang Lain, Investasi Emas Masih Lebih Menggiurkan

KEINGINAN masyarakat untuk berinvestasi emas saat ini masih cukup tinggi. Dibandingkan dengan jenis…

Kamis, 27 April 2017 10:58

Pengaspalan Ditargetkan Selesai dalam Satu Bulan

TARAKAN – Perbaikan sepanjang Jalan Aki Balak ditargetkan hingga 2018. Sedangkan target pengaspalan…

Kamis, 27 April 2017 10:55

WALAH..!! Ada 100 Pohon Belum Dibayar Pemkot

TARAKAN – Sebanyak100 tanaman yang berada di dalam pot di ruas jalan protokol Kota Tarakan, kabarnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .