MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 20 Maret 2017 10:54
Cerita Mata Air Fatimah, Warga Menyebutnya Zamzam Kedua

Punya Nama Sendiri, Dipercaya Dapat Mengobati Penyakit

CUCI WAJAH: Salah seorang warga saat mencuci wajahnya di mata air Fatimah yang dipercaya dapat mengobati penyakit. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, Warga Jalan Lumba-lumba, Kelurahan Nunukan Timur, sepertinya sudah tidak asing lagi dengan temuan mata air bersih yang dipercaya bisa mengobati segala jenis penyakit. Bahkan, air tersebut sempat dijuluki sebagai air Zamzam kedua. Seperti apa mata air ini hingga dipercaya dapat menyembuhkan penyakit, berikut liputannya.

RIKO ADITYA WARDANA

MATA air tersebut kali pertama ditemukan oleh Tembok, pria tua berumur 77 tahun, warga Jalan Lumba-lumba II, Kelurahan Nunukan Timur Desember 2016 lalu. Tinggal berdua bersama sang istri yang bernama Sumpala (60). Dirinya akhirnya memanfaatkan mata air tersebut sebagai sumber kebutuhan sehari-harinya.

Ajaibnya, air tersebut bahkan dipercayai dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit yang melanda seseorang. Apalagi sudah terbukti pada diri Tembok sendiri. Tembok mengaku, dirinya memang punya penyakit tidak biasa. Ia tidak bisa berjalan jauh. Namun, setelah berhari-hari menggunakan air yang di namakannya air Fatimah, dirinya sekarang sudah bisa berjalan untuk pergi ke masjid.

“Saya sudah jarang sholat jumat di Masjid, tapi setelah saya sering mandi dan minum air ini, saya sudah bisa sholat jumat lagi di masjid, sungguh mukjizat yang luar biasa bagi saya,” kata Tembok saat ditemui media ini di kediamannya.

Mata air Fatimah yang berada tepat di sebelah rumahnya tersebut sengaja diberi julukan Fatimah. Sebab, sang istri pernah bermimpi bahwa mata air tersebut diduga ada yang menjaganya, yakni perempuan tinggi berambut panjang dan bernama Fatimah. Karena terus mengeluarkan air, dirinya pun berinisiatif sedemikian rupa agar air tersebut mengalir dengan baik dan dialirkan di salah satu ember serta dibuatkan kamar mandi kecil.

“Kita buat begini (kamar mandi, Red.) supaya airnya tidak berhamburan dan mengalir bagus. Karena untuk kami pakai juga mandi serta kebutuhan air minum di sini, jadi tidak susah sudah menampungnya,” ungkap pria tua yang sudah memiliki sembilan anak tersebut.

Atas keberadaan mata air Fatimah tersebut, diakui Tembok sudah banyak orang yang berdatangan hanya untuk sekadar mandi serta mengambil air bersih. Bahkan, beberapa orang sudah pernah membawanya hingga ke luar daerah Nunukan untuk digunakan sebagai pengobatan.

Alhasil, banyak yang mengaku sudah sembuh dari penyakit yang sebelumnya diderita pengonsumsi mata air Fatimah itu. Belum lagi sudah lebih dari satu orang pernah mengakui air tersebut juga bisa membawa keberuntungan untuk berdagang. Hanya dengan membasuh air tersebut ke wajah diikuti dengan niat yang dimintai, niscaya permintaan bisa terkabul.

Meski demikian, Tembok berpendapat semua itu atas kehendak Allah SWT, hanya saja melalui mata air ini sebagai perantara untuk memberikan solusi dalam berbagai urusan. “Semua kembali pada Allah, percaya tidak percaya saya hanya menganggapnya ini rezeki dari yang Maha Kuasa untuk kami,” tutur Tembok.

Warga yang berdatangan pun sudah tidak bisa dihitung. Tidak hanya dari daerahnya saja, warga dari Kelurahan Nunukan Tengah, Barat, serta dari Nunukan Selatan pernah mendatanginya hanya untuk sekadar mandi, mengonsumsi, bahkan membawanya pulang dengan menampungnya di botol hingga galon.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 22 Juni 2018 11:52

Pengelola Arang Kayu Sempat Diperiksa Polisi

NUNUKAN – PT Palem Segar Lestari yang melakukan pengelolaan arang kayu di Kecamatan Sembakung,…

Jumat, 22 Juni 2018 11:43

Bandel, Pedagang Sayur Ditertibkan Lagi

NUNUKAN – Sejumlah pedagang sayur yang berada di trotoar dan di pinggir jalan kembali ditertibkan…

Jumat, 22 Juni 2018 11:30

Bandel, Pedagang Sayur Ditertibkan Lagi

NUNUKAN – Sejumlah pedagang sayur yang berada di trotoar dan di pinggir jalan kembali ditertibkan…

Kamis, 21 Juni 2018 22:30

Transhipment Beras Batal Dilakukan

NUNUKAN – Kapal MV Dong Thien Phu Golden yang mengangkut beras 2.900 ton dari Vietnam, ingin melakukan…

Kamis, 21 Juni 2018 14:37

Solusi Bangun Penangkaran Buaya

NUNUKAN – Keberadaan hewan reptilia jenis buaya di wilayah pesisir, Kelurahan Tanjung Harapan,…

Rabu, 20 Juni 2018 15:36

Arus Balik Normal, Tak Ada Lonjakan Penumpang

  NUNUKAN - PT Perusahaan Pelayaran Nasional (Pelni) Cabang Nunukan, memastikan arus balik akan…

Rabu, 20 Juni 2018 15:16

IIH LEBAY..!! Buaya Ditangkap, Kok.. Tiga Warga yang Kerasukan

NUNUKAN - Buaya di sekitar pesisir Mamolo, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan dinamai…

Rabu, 20 Juni 2018 15:11

Tujuan Utama Pengiriman Miras Belum Diketahui

NUNUKAN — Penyidikan terus dilakukan oleh pihal Lanal Nunukan terhadap juragan juga anak buah…

Rabu, 20 Juni 2018 11:32

Pasca Lebaran Harga Masih Stabil

NUNUKAN – Pasca lebaran Idulfitri, sejumlah harga sembilan bahan pokok (Sembako) yang diperjual…

Rabu, 20 Juni 2018 11:30

Tahun Ini, Tak Dapat Remisi

NUNUKAN-Sebanyak 111 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Nunukan akan menerima remisi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .