MANAGED BY:
SABTU
21 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Minggu, 19 Maret 2017 10:58
Tumpang Tindih dan Status Lahan di Nunukan Bikin Dilema
MENGHAMBAT: Banyak lahan yang diklaim warga membuat investasi terhambat.

PROKAL.CO, NUNUKAN – Tumpang tindih kepemilikan status sebuah lahan tak hanya dialami warga di sebuah daerah berkembang. Sebagai wilayah perbatasan, persoalan tumpang tindih dan status kepemilikan lahan juga menjadi persoalan yang begitu menyita perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan.

Sehingga, untuk melakukan pembangunan, kepala daerah dituntut untuk dapat mengambil sebuah kebijakan yang tepat. Tak merugikan pihak manapun. Tak ayal, kejadian itu menjadi kendala pemerintah setempat melakukan pembangunan.

Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid mengatakan, permasalahan tumpang tindih lahan merupakan sebuah dilema bagi pemerintah. Makanya, kepala daerah itu tak bisa gegabah dalam mengambil sikap. Sebab, dalam mengambil sebuah keputusan, harus dipikirkan pula dampaknya.

“Soal lahan ini memang persoalan yang menguras tenaga dan pikiran juga. Harus benar-benar disikapi serius. Sebab, salah sedikit, dapat merugikan masyarakat dan dampaknya besar,” ungkap Hj. Asmin Laura Hafid di hadapan Ketua Tim Kajian Daerah (Kajida) Sekretaris Jendral (Setjen) Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) Republik Indonesia (RI) Mayjen TNI Aris Martono Haryadi saat melakukan diskusi di kantor bupati belum lama ini.

Salah satu contohnya, persoalan yang terjadi di salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ada di wilayah tiga (Kecamatan, Sebuku, Sembakung, Lumbis dan lainnya). Hingga saat ini belum 100 persen selesai, meskipun ribuan pekerjanya telah kembali bekerja semula. “Kami sudah bertemu dengan kementerian yang menanganinya. Kendati belum rampung 100 persen, kami bersyukur dapat memberikan rasa aman bagi ribuan pekerja di perusahaan tersebut,” ungkap Hj. Laura.

Dikatakan, persoalan status lahan hingga saat ini menjadi persoalan yang begitu rumit. Banyaknya lahan yang tumpang tindih atau perizinan dan undang-undang yang beberapa ditemukan saling berseberangan dengan lainnya menambah keraguan pihaknya untuk membuat gebrakan bagi solusi penanganan persoalan perkebunan dan pembukaan lahan garap bagi warga perbatasan.

“Sebenarnya, pemerintah bisa saja mendatangkan investor lain jika memang lahannya tak bermasalah. Kami tahu banyak pejabat yang ditangkap karena persoalan tanah, lahan dan sebagainya. Kami mau membangun gebrakan cepat dan sebagainya, tapi regulasi atau peraturan yang ada di negara kita ini mempersulit itu sendiri, mungkin ini masukan juga ke pak presiden,” bebernya kepada tim kajida wantannas RI yang hadir.

Menyikapi hal tersebut, Mayjen TNI Aris Martono Haryadi selaku ketua tim mengaku menjadikan salah satu catatan penting dalam kegiatan yang dilakukan di Kabupaten Nunukan ini. Persoalan-persoalan seperi ini akan disampaikan langsung ke Presiden RI Joko Widodo. “Hal seperti ini akan menjadi masukan dan menjadi catatan penting bagi tim. Semua persoalan perbatasan akan sampai langsung dengan pak Presiden,” katanya.

Menurutnya, jika wilayah perbatasan ingin berkembang, maka pemerintah daerah harus memaksimalkan potensi Nunukan yang ada. Agar nantinya, bukan lagi warga Nunukan yang ke Tawau, Malaysia, tapi sebaliknya. “Sebagaimana program nawacita bapak presiden Jokowi, membangun dari pinggir, maka kedatangan timnya ini merupakan salah satu upaya mewujudkan program tersebut,” pungkasnya. (oya/eza)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 09:47

Nunukan Daerah Tanpa Identitas Jelas?

NUNUKAN – Usai berpisah dengan Kabupaten Bulungan 18 tahun lalu, Kabupaten Nunukan hingga kini…

Sabtu, 21 Oktober 2017 09:45

Pengalaman Pertama Memimpin Satuan di Perbatasan

Baginya, tugas di perbatasan bukanlah kali pertama ia emban sejak lulus dari Akademi Militer (Akmil)…

Jumat, 20 Oktober 2017 11:11

Krayan Minta Dibentuk Dapil Sendiri

NUNUKAN – Pemilihan umum (pemilu) yang akan berlangsung dua tahun lagi atau 2019 mendatang telah…

Kamis, 19 Oktober 2017 12:22

Parah, Krisis Listrik Masih Terus Berlanjut

NUNUKAN – Krisis listrik yang terjadi di Nunukan seakan tak ada habisnya. Baru rampung dilakukan…

Kamis, 19 Oktober 2017 12:20

Tidak Ada Wadah, Manfaatkan Lahan yang Ada

Hadirnya para penggiat olahraga ekstrem di Nunukan ini tentu membawa perubahan tersendiri bagi prilaku…

Rabu, 18 Oktober 2017 13:30

2018, Pasar Tradisional Terpadu Siap Difungsikan

NUNUKAN – Pembangunan Pasar Tradisional Terpadu yang berlokasi di eks kebakaran Beringin itu kini…

Rabu, 18 Oktober 2017 13:28

Pemkab Dilaporkan ke Lembaga Negara

NUNUKAN – Insiden Walk Out (WO) yang dilakukan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah…

Senin, 16 Oktober 2017 12:06

Malaysia Mulai Hentikan Pengiriman Pisang dari Nunukan?

NUNUKAN – Pemerintah Malaysia sepertinya mulai kurang berminat dengan komoditi pisang asal Nunukan…

Senin, 16 Oktober 2017 12:03

Sulap Terminal Milik Dishub, Jadikan RTH dan Taman Bermain

Memanfaatkan lahan yang tak digarap dengan baik dan bahkan nyaris tak diperhatikan, membuat sejumlah…

Minggu, 15 Oktober 2017 20:52

Basran, Lima Tahun Mengabdi di Perbatasan

14 Oktober menjadi hari bersejarah bagi salah satu perbankan di Indonesia yakni Bank Pembangunan Daerah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .