MANAGED BY:
MINGGU
18 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Minggu, 19 Maret 2017 10:57
Mulai Masuki Kemarau, Polres Antisipasi Karhutla
SIAP: Kesiapan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Nunukan.

PROKAL.CO, NUNUKAN – Tingginya angka Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi pada 2016 lalu membuat Kepolisian Resor (Polres) Nunukan menggelar apel siaga bencana yang disiapkan menekan angka karhutla di Nunukan di lapangan Tri Brata Polres Nunukan, Jumat (17/3).

Kapolres Nunukan, AKBP Pasma Royce SIK mengatakan, melalui apel tanggap bencana sebagai upaya kesiap siagaan menghadapi bencana alam dan karhutla. Sebab, dari data yang dimilikinya, karhutla paling banyak terjadi 2016 lalu saat Maret.

“Tahun lalu itu ada 37 kasus kebakaran terjadi dan yang terpantau hot spot yang tersebar di sejumlah kecamatan,” ujar Pasma kepada Radar Nunukan, Jumat (17/3).

Untuk itu, agar kejadian karhutla di Nunukan tidak terjadi, partisipasi semua pihak tentunya dibutuhkan. Upaya membuka lahan dengan membakar tentunya tidak dibenarkan. Sehingga, hal tersebut harus ditinggalkan.

“Semoga tahun ini tidak terjadi. Karena, dampak yang ditimbulkan tentunya sangat membahayakan,” harapnya ketika dikonfirmasi pewarta harian ini.

Hal itu dikuatkan dengan data yang diperlihatkan Kasubbag Humas Polres Nunukan Iptu M Karyadi. Dari 37 hot spot yang terpantau, kasus karhutla yang terjadi sebanyak 15 hot spot di Kecamatan Sebuku, Kecamatan Sei Menggaris lima hot spot, Kecamatan Nunukan tiga hot spot, Nunukan Selatan lima hot spot, Kecamatan Tulin Onsoi dan Sembakung dua hot spot dan Kecamatan Krayan dua hot spot.

“Titik hot spot terbaca di satelit BMKG, personel langsung terjun mencari titik lokasi dan memastikan hingga padam baru kemudian ditinggalkan,” tambahnya.

Dijelaskan, sesuai Undang-Undang (UU) nomor 41/1999 pasal 78 ayat 3 tentang kehutanan, UU nomor 39/2014 pasal 108 tentang perkebunan dan UU nomor 32/2009 pasal 108 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, bahwa pelaku pembakaran hutan dan lahan dapat dipidana penjara 15 tahun atau denda Rp 10 miliar.

Untuk itu, pihaknya pasti menindak dengan tegas jika ada oknum yang ditemukan dengan sengaja melakukan pembakaran untuk membuka lahan. “Kejadian kemarin kondisi cuaca memang panas. Niatnya cuma membakar sampah, namun melebar,” pungkasnya.

Apel tanggap bencana Kabupten Nunukan 2017 ini diikuti sejumlah instansi. Di antaranya Kodim 0911 Nunukan, Lanal Nunukan, Satgas Pamtas 611/Awang Long, Brimob Nunukan, SAR Nunukan, Satpol PP, BPBD Nunukan dan Dinas Pemadam Kebakaran Nunukan. (akz/eza)

 


BACA JUGA

Sabtu, 17 Februari 2018 11:18

Pintu Resmi Libur, Jalur Tikus Diincar

NUNUKAN -  Aktivitas jalur penyeberangan resmi Nunukan-Tawau, Malaysia, Jumat (16/2)  libur,…

Sabtu, 17 Februari 2018 10:54

Berharap Tanpa Gangguan Kriminal

NUNUKAN – Ratusan lampion serta belasan lilin raksasa kembali mewarnai perayaan Tahun Baru Imlek…

Sabtu, 17 Februari 2018 10:53

Lihat Pemuda Candu Lem, Laporkan!

BADAN Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan mengimbau masyarakat melaporkan jika melihat atau…

Sabtu, 17 Februari 2018 10:31

Jalan Lingkar Diguyur Rp 22 M, Tapi Jangan Asal

NUNUKAN – Jalan Lingkar di Desa Bambangan, Kecamatan Sebatik Barat yang mengalami longsor pada…

Sabtu, 17 Februari 2018 10:30

Agar Tak Dipermainkan Pemilik Modal

NUNUKAN – Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sebatik yang belum selesai dibangun pada 2017 lalu,…

Sabtu, 17 Februari 2018 10:29

Abrasi Masih Mengancam Desa Manurung

NUNUKAN – Abrasi pantai yang membuat rumah ambruk di Desa Manurung, Kecamatan Sebatik Timur hingga…

Sabtu, 17 Februari 2018 10:28

Abrasi Masih Mengancam Desa Manurung

NUNUKAN – Abrasi pantai yang membuat rumah ambruk di Desa Manurung, Kecamatan Sebatik Timur hingga…

Kamis, 15 Februari 2018 11:57

Express Air Belum Jelas

USAI melakukan proving flight atau percobaan penerbangan di Kaltara awal Februari lalu. Maskapai Xpress…

Kamis, 15 Februari 2018 11:16

4.000 Warga Terancam Kehilangan Hak Suara

NUNUKAN – Memilih pemimpin atau wakil rakyat menjadi hak setiap Warga Negara Indonesia (WNI) yang…

Kamis, 15 Februari 2018 11:16

4.000 Warga Terancam Kehilangan Hak Suara

NUNUKAN – Memilih pemimpin atau wakil rakyat menjadi hak setiap Warga Negara Indonesia (WNI) yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .