MANAGED BY:
MINGGU
18 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 18 Maret 2017 10:20
PANAS BANGET...!! Suhu di Tarakan Tembus 32,8 Derajat

Puncak Equinox 21 Maret Mendatang

SUHU PANAS: Sejak kemarin suhu di Kota Tarakan terasa panas pada siang hari. Namun fenomena Equinox di Tarakan tidak akan separah di India yang mencapai suhu 40 derajat celcius lebih. Tampak Pak Ochen (74) melindungi kepalanya saat bersepeda di Jalan Sei Sesayap Kampung Empat, kemarin. IFRANSYAH/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Mungkin Anda termasuk yang merasakan suhu di Tarakan pada siang hari, sedikit lebih panas dari hari biasanya. Jumat (17/3) kemarin, suhu pada siang hari mencapai 32,8 derajat celcius. Namun tadi malam, suhu sedikit menurun di 28 derajat celcius.

Kondisi seperti ini diprediksi masih akan terus terjadi hingga beberapa hari kedepan. Sebab, kota Tarakan dan beberapa wilayah lainnya di Kalimantan Utara akan merasakan dampak fenomena Equinox.

Rilis resmi yang dikeluarkan Kepala Humas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hary Djatmiko, Equinox adalah salah satu fenomena astronomi dimana matahari melintasi garis khatulistiwa dan secara periodik berlangsung dua kali dalam setahun, yaitu pada tanggal 21 Maret dan 23 September.

Saat fenomena ini berlangsung di luar, bagian bumi hampir relatif sama, termasuk wilayah yang berada di subtropis bagian utara maupun selatan.

Keberadaan fenomena tersebut tidak selalu mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis, dimana kita ketahui rata-rata suhu maksimal di wilayah Indonesia bisa mencapai 32-36 derajat celcius

“Equinox bukan merupakan fenomena seperti HeatWave yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah yang dapat mengakibatkan peningkatan suhu udara secara besar dan bertahan lama,” kata Hary.

Oleh karena itu, BMKG mengimbau agar masyarakat tidak khawatir terkait dampak Equinox. "Masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan dampak dari Equinox," pungkas Hary.

Secara umum, lanjutnya, kondisi cuaca di wilayah Indonesia cenderung masih lembab atau basah. Beberapa wilayah Indonesia saat ini sedang memasuki pancaroba. Maka ada baiknya masyarakat tetap mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan tetap menjaga kesehatan keluarga serta lingkungan.

Sementara itu, prakirawan cuaca BMKG Tarakan, TotokDwi Suciyanto mengatakan saat ini Kota Tarakan sedang mengalami fenomena Equinox.

Equinox merupakan sebuah kondisi dimana matahari berada tepat di atas kepala, yang artinya secara gerak semu, garis edar matahari berada di garis khatulistiwa.

Sebelumnya, terhitung mulai Oktober 2016 hingga Maret 2017, matahari berada di belahan bumi bagian selatan. Sedangkan pada bulan April hingga September, matahari berada di belahan bumi bagian utara.

“Ibaratnya jika pada bulan-bulan tersebut berada di lintang utara, maka akan terjadi musim panas, dan begitu juga sebaliknya jika berada di lintang selatan maka akan terjadi musim dingin,” kata Totok kepada Radar Tarakan.

Khusus fenomena Equinox, untuk daerah tropis seperti Indonesia, memiliki posisi matahari bergerak secara semu, dan garis edarnya berada di atas khatulistiwa. Fenomena Equinox inilah yang terjadi saat ini di Kota Tarakan.

“Fenomena Equinox ini setiap tahun terjadi 2 kali,” jelasnya.

Fenomena Equinox ini bukan hanya terjadi dalam rentang waktu 2 hari, tetapi bisa terjadi hingga 20 hari kedepan. Hal tersebut dikarenakan pergeseran matahari dari lintang selatan menuju utara akan terus bergerak. Untuk bergerak menuju ke arah utara harus melalui proses dan pada proses itulah yang dinamakan Equinox.

Pada fenomena Equinox belum tentu suhu harus menjadi panas, karena matahari sebagai sumber untuk terjadinya penguapan sehingga justru pada malam hari dan dini hari, kecenderungan hujan akan menjadi lebih lebat dibanding saat tidak berada di garis khatulistiwa.

Namun, karena matahari berada di garis khatulistiwa, maka secara otomatis terjadinya penguapan akan lebih tinggi.

“Setahu saya, pengertian Equinox ini yang artinya malam yang seperti siang,” katanya.

Hal tersebut bukan berarti bahwa malam bersuhu sama dengan siang hari, tetapi jam pada waktu malam hari sama dengan jam pada waktu siang hari. Untuk itu, jika pada malam hari memiliki 12 jam, maka siang hari juga akan sama memiliki 12 jam.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 17 Februari 2018 11:23

Pemilik Barang Ilegal DPO

TARAKAN – Satuan Polisi Air (Satpolair) Polres Tarakan akhirnya menetapkan pemilik barang ilegal…

Sabtu, 17 Februari 2018 11:22

Sarat Makna, di Balik Tradisi Unik

TARAKAN – Tahun Baru Imlek menjadi momen paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat keturunan Tionghoa.…

Sabtu, 17 Februari 2018 11:19

Lima Nelayan Filipina sementara Ditanggung Negara

TARAKAN – Untuk mempermudah penyelidikan, kelima nelayan asal Filipina telah berada di Kantor…

Sabtu, 17 Februari 2018 11:16

Kaus Rp 25 Ribu, Dapat di Mana?

TARAKAN - Selain mengatur ketentuan dari alat peraga kampanye (algaka), Komisi Pemilihan Umum (KPU)…

Sabtu, 17 Februari 2018 11:15

10 Bulan, 503 Orang Didenda

TARAKAN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan mengungkap jika 60 persen wilayah pesisir sebagai penghasil…

Sabtu, 17 Februari 2018 11:12

Job Fair Direncanakan Dua Bulan Lagi

TARAKAN- Jika di tahun sebelumnya pelaksanaan job fair hanya dilaksanakan sebanyak lima kali. Namun,…

Sabtu, 17 Februari 2018 11:05

Kerusakan Armada Hambat Penjemputan Sampah

TARAKAN – Ketua RT 8, Kelurahan Sebengkok, Laranto mengatakan, tidak banyak yang menjadi permasalahan…

Sabtu, 17 Februari 2018 10:48

Tradisi Kental di Tengah Tanah Rantau

IMLEK merupakan perayaan yang penting bagi warga etnis Tionghoa. Akan selalu ada berbagai perayaan tradisi…

Sabtu, 17 Februari 2018 10:46

Berbeda Keyakinan, Tetap Utamakan Kewajiban

Kelenteng Toa Pek Kong merupakan satu-satunya tempat ibadah umat Konghucu di Bumi Paguntaka. Kelenteng…

Sabtu, 17 Februari 2018 10:45

12 Hari dengan Air Segalon

TARAKAN - Tak satu pun kata yang keluar dari bibir ke lima nelayan asal Filipina ini, kala tiba di Bumi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .