MANAGED BY:
SELASA
12 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Sabtu, 18 Maret 2017 10:20
PANAS BANGET...!! Suhu di Tarakan Tembus 32,8 Derajat

Puncak Equinox 21 Maret Mendatang

SUHU PANAS: Sejak kemarin suhu di Kota Tarakan terasa panas pada siang hari. Namun fenomena Equinox di Tarakan tidak akan separah di India yang mencapai suhu 40 derajat celcius lebih. Tampak Pak Ochen (74) melindungi kepalanya saat bersepeda di Jalan Sei Sesayap Kampung Empat, kemarin. IFRANSYAH/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Mungkin Anda termasuk yang merasakan suhu di Tarakan pada siang hari, sedikit lebih panas dari hari biasanya. Jumat (17/3) kemarin, suhu pada siang hari mencapai 32,8 derajat celcius. Namun tadi malam, suhu sedikit menurun di 28 derajat celcius.

Kondisi seperti ini diprediksi masih akan terus terjadi hingga beberapa hari kedepan. Sebab, kota Tarakan dan beberapa wilayah lainnya di Kalimantan Utara akan merasakan dampak fenomena Equinox.

Rilis resmi yang dikeluarkan Kepala Humas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hary Djatmiko, Equinox adalah salah satu fenomena astronomi dimana matahari melintasi garis khatulistiwa dan secara periodik berlangsung dua kali dalam setahun, yaitu pada tanggal 21 Maret dan 23 September.

Saat fenomena ini berlangsung di luar, bagian bumi hampir relatif sama, termasuk wilayah yang berada di subtropis bagian utara maupun selatan.

Keberadaan fenomena tersebut tidak selalu mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis, dimana kita ketahui rata-rata suhu maksimal di wilayah Indonesia bisa mencapai 32-36 derajat celcius

“Equinox bukan merupakan fenomena seperti HeatWave yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah yang dapat mengakibatkan peningkatan suhu udara secara besar dan bertahan lama,” kata Hary.

Oleh karena itu, BMKG mengimbau agar masyarakat tidak khawatir terkait dampak Equinox. "Masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan dampak dari Equinox," pungkas Hary.

Secara umum, lanjutnya, kondisi cuaca di wilayah Indonesia cenderung masih lembab atau basah. Beberapa wilayah Indonesia saat ini sedang memasuki pancaroba. Maka ada baiknya masyarakat tetap mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan tetap menjaga kesehatan keluarga serta lingkungan.

Sementara itu, prakirawan cuaca BMKG Tarakan, TotokDwi Suciyanto mengatakan saat ini Kota Tarakan sedang mengalami fenomena Equinox.

Equinox merupakan sebuah kondisi dimana matahari berada tepat di atas kepala, yang artinya secara gerak semu, garis edar matahari berada di garis khatulistiwa.

Sebelumnya, terhitung mulai Oktober 2016 hingga Maret 2017, matahari berada di belahan bumi bagian selatan. Sedangkan pada bulan April hingga September, matahari berada di belahan bumi bagian utara.

“Ibaratnya jika pada bulan-bulan tersebut berada di lintang utara, maka akan terjadi musim panas, dan begitu juga sebaliknya jika berada di lintang selatan maka akan terjadi musim dingin,” kata Totok kepada Radar Tarakan.

Khusus fenomena Equinox, untuk daerah tropis seperti Indonesia, memiliki posisi matahari bergerak secara semu, dan garis edarnya berada di atas khatulistiwa. Fenomena Equinox inilah yang terjadi saat ini di Kota Tarakan.

“Fenomena Equinox ini setiap tahun terjadi 2 kali,” jelasnya.

Fenomena Equinox ini bukan hanya terjadi dalam rentang waktu 2 hari, tetapi bisa terjadi hingga 20 hari kedepan. Hal tersebut dikarenakan pergeseran matahari dari lintang selatan menuju utara akan terus bergerak. Untuk bergerak menuju ke arah utara harus melalui proses dan pada proses itulah yang dinamakan Equinox.

Pada fenomena Equinox belum tentu suhu harus menjadi panas, karena matahari sebagai sumber untuk terjadinya penguapan sehingga justru pada malam hari dan dini hari, kecenderungan hujan akan menjadi lebih lebat dibanding saat tidak berada di garis khatulistiwa.

Namun, karena matahari berada di garis khatulistiwa, maka secara otomatis terjadinya penguapan akan lebih tinggi.

“Setahu saya, pengertian Equinox ini yang artinya malam yang seperti siang,” katanya.

Hal tersebut bukan berarti bahwa malam bersuhu sama dengan siang hari, tetapi jam pada waktu malam hari sama dengan jam pada waktu siang hari. Untuk itu, jika pada malam hari memiliki 12 jam, maka siang hari juga akan sama memiliki 12 jam.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 12 Desember 2017 10:44

Sayur Ilegal Mudah Ditemui

TARAKAN – Berbatasan langsung dengan Negara Malaysia, membuka peluang masuknya bahan makanan ke…

Selasa, 12 Desember 2017 10:41

Lima Bulan Berturut-turut Alami Deflasi

TARAKAN - Kota Tarakan pada November 2017 mengalami deflasi sebesar 0,18 persen. Di mana terjadi perubahan…

Selasa, 12 Desember 2017 10:38

Sopir Angkot Ditemukan Tak Bernyawa

TARAKAN - Tadi malam (11/12), seorang pria nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Sebastianus…

Selasa, 12 Desember 2017 10:36

Pernah Tersesat di Hutan hingga Larut Malam

Bukit, kebun, sungai bahkan hutan memiliki daya tarik tersendiri bagi para pencinta olahraga Hash House…

Selasa, 12 Desember 2017 10:34

BY Penjual Obat, Ditetapkan Tersangka

TARAKAN – Tak hanya IR dan AR saja yang akan dijerat persoalan hukum karena pembuangan janin di…

Selasa, 12 Desember 2017 10:32

PDIP Belum Seratus Persen ke Ince

Usai menyatakan kepastian akan menggandeng Muhammad Ince Rifai dalam pilwali 2018 mendatang, keputusan…

Selasa, 12 Desember 2017 10:31

Kejari Masih Meneliti Berkas Kasus Pungli E-KTP

TARAKAN - Kasus dugaan pungutan liar (pungli)  yang melibatkan AB, oknum ketua rukun tetangga (RT)…

Selasa, 12 Desember 2017 10:30

Suket dan KK Mencurigakan yang Diperiksa

TARAKAN- Menjelang masa pemilihan calon wali kota (pilwali) 2018 mendatang, masyarakat perlu tahu terkait…

Selasa, 12 Desember 2017 10:29

Jelang Natal dan Tahun Baru Harga Telur Naik

TARAKAN – Menjelang Natal dan Tahun Baru, sejumlah harga kebutuhan pokok di pasaran mulai mengalami…

Selasa, 12 Desember 2017 10:27

Kondensat Bukan Kewenangan PLN

TARAKAN – Meskipun PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Khusus (ULK) Tarakan sudah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .