MANAGED BY:
JUMAT
27 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 18 Maret 2017 09:39
Biaya Hidup Hanya 500 Yuan, Kuliah Difasilitasi Kampus

Cerita Anak Perbatasan Kuliah di Tiongkok

KULIAH DI TIONGKOK: Wendy Desyanto mahasiswa asal Nunukan sedang menikmati suasana musim dingin di negeri Tirai Bambu. DOK PRIBADI UNTUK RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, Kuliah di luar negeri tentu menjadi perbedaan bagi mahasiswa yang hanya biasa menikmati dunia pendidikan di dalam negeri, bahkan tidak semua dapat membayangkan ke luar negeri itu menuntut ilmu bagi anak di perbatasan. Namun, sejak dua tahun terakhir anak perbatasan di utara Kalimantan ini mulai menggapai mimpinya di negeri Tirai Bambu dengan bantuan program Indonesia Tionghoa Culture Centre (ITCC) Jawa Pos.

SABRI

WENDY Dersyanto, merupakan salah satu putri daerah Kabupaten Nunukan yang berangkat ke Tiongkok melalui program ITCC Jawa Pos. Banya cerita yang disampaikan Wendy kepada awak media ini saat mencoba menghubungi melalui pesan Whats App.

Wendy merupakan salah satu dari 160 mahasiswa yang kuliah di Tiongkok, tepatnya University Hubei. Ia mengambil jurusan kedokteran di salah satu universitas yang cukup ternama di Tiongkok tersebut.

Setahun menuntut ilmu, sejak musim gugur hingga musim dingin telah ia rasakan di Tiongkok. Saat musim dingin, suhu di kota ia menempuh pendidikan itu hingga di bawah 10 derajat celcius. Menggunakan pakaian pun harus tebal dan tidak boleh makan makanan yang pedas, karena dapat menyebabkan penyakit radang tenggorokan. Jelas sangat berbeda sekali dengan di Indonesia.

“Awal tiba di Tiongkok bertepatan dengan musim dingin, jadi hampir semua mahasiswa asal Indonesia batuk-batuk, karena tidak terbiasa dengan musim dingin,” kata Wendy Desyanto.

Kuliah di luar negeri terkadang menjadi ketakutan bagi orangtua mahasiswa, karena yang menjadi pertimbangan adalah biaya yang harus dikeluarkan. Karena kuliah di luar negeri dan di dalam negeri tentu ada perbedaan biaya yang harus dikeluarkan. Di Tiongkok, Wendy Desyanto membutuhkan biaya hidup sebesar 500 Yuan atau sebesar Rp 1 juta tiap bulan. Pengeluaran tentu kembali kepada mahasiswa masing-masing dan tergantung kebutuhan hidup.

Wendy sapaan akrabnya, menghabiskan dana Rp 1 Juta perbulan karena digunakan untuk makan sehari-hari, karena jarang masak sendiri. Sedangkan untuk masak sendiri bisa lebih irit lagi, karena hanya bisa mengeluarkan dana sebesar Rp 500 ribu.

Selama ia kuliah, seluruh fasilitas telah terpenuhi. Termasuk fasilitas tempat tinggal, air dan listrik yang tak perlu dibayar. Namun penggunaannya dibatasi. Air hanya 8 ton diberikan perkamar, listrik dikenakan biaya ketika melebihi batas pemakaian.

Hal yang memudahkan mahasiswa di Tiongkok yakni aplikasi wechat. Segala sesuatu yang dibutuhkan bisa menggunakan aplikasi tersebut, seperti ingin memesan tiket bioskop, kereta, bayar makanan dan banyak lagi hanya menggunakan satu aplikasi itu.

Selain itu, tenaga pengajar di Universitas Hubei tak semuanya berasal dari Tiongkok sendiri, bahkan ada dari negara lain. Seperti tenaga pengajar jurusan kedoktoren yang berasal dari Pakistan. Walaupun status sebagai dosen keakraban mahasiswa dan anak didik sangat terjalin. Di Tiongkok dosen diistilahkan sebagai teman.

Tenaga pengajar di perguruan tinggi lainnya, terkadang di dengar dosen tak masuk mengajar atau tidak hadir memberikan mata kuliah. Di Univesitas Hubei, dosen mendatangi asrama untuk kelas tambahan jika mahasiswa tersebut tidak mengikuti mata kuliah.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 26 April 2018 13:54
Dugaan Penyelundupan Beras di Nunukan

TERUNGKAP..!! Ada Beberapa Oknum Dapat "Jatah" ..??

NUNUKAN – Selain informasi keuntungan beras Vietnam tujuan Filipina telah dibagi-bagi ke sejumlah…

Kamis, 26 April 2018 11:08

Dua Kali Tak Hadiri Hearing, DPRD Sambangi PT DTR

NUNUKAN – Sikap tak acuh manajemen PT Duta Tambang Rekayasa (DTR) yang tidak hadir setelah diundang…

Kamis, 26 April 2018 11:00

Hanya Swadaya, Warga Dirikan Sekolah

NUNUKAN – Kecamatan Sebatik Barat belum memiliki Sekolah Menengah Atas (SMA). Saat ini hanya Sekolah…

Rabu, 25 April 2018 12:02
Dugaan Beras Selundupan dari Vietnam

Keuntungan Sudah Dibagi-bagi?

NUNUKAN – Beras Vietnam yang diangkut kapal MV Dong Thien Phu Golden masuk ke Sebatik diduga ada…

Rabu, 25 April 2018 11:08

Listrik Padam, UNBK SMP Terganggu

NUNUKAN – Hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional Berbasik Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah…

Rabu, 25 April 2018 11:07

Harga Rumput Laut Anjlok

NUNUKAN – Sempat berada di harga Rp 20 ribu per kilogram, kini harga rumput laut kering anjlok…

Selasa, 24 April 2018 12:40

Bea Cukai Pasang Badan

NUNUKAN – Kapal MV Dong Thien Phu Golden yang mengangkut 2.900 ton beras asal Vietnam dengan tujuan…

Selasa, 24 April 2018 11:12

Tunjangan Khusus Guru Tak Diberikan

NUNUKAN - Sejumlah guru di Kecamatan Krayan kembali mengadukan nasib mereka di Dewan Perwakilan Rakyat…

Senin, 23 April 2018 12:23

Pos Imigrasi ‘Diserbu’ Warga

NUNUKAN – Pelayanan Imigrasi Kelas II Nunukan yang dilakukan di Pos Imigrasi Sungai Pancang Sebatik…

Senin, 23 April 2018 12:22

PR Kedua Negara Perbatasan

NUNUKAN – Permasalahan tenaga kerja Indonesia (TKI), penyelundupan barang haram hingga teroris…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .