MANAGED BY:
SELASA
23 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Sabtu, 18 Maret 2017 09:39
Biaya Hidup Hanya 500 Yuan, Kuliah Difasilitasi Kampus

Cerita Anak Perbatasan Kuliah di Tiongkok

KULIAH DI TIONGKOK: Wendy Desyanto mahasiswa asal Nunukan sedang menikmati suasana musim dingin di negeri Tirai Bambu. DOK PRIBADI UNTUK RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, Kuliah di luar negeri tentu menjadi perbedaan bagi mahasiswa yang hanya biasa menikmati dunia pendidikan di dalam negeri, bahkan tidak semua dapat membayangkan ke luar negeri itu menuntut ilmu bagi anak di perbatasan. Namun, sejak dua tahun terakhir anak perbatasan di utara Kalimantan ini mulai menggapai mimpinya di negeri Tirai Bambu dengan bantuan program Indonesia Tionghoa Culture Centre (ITCC) Jawa Pos.

SABRI

WENDY Dersyanto, merupakan salah satu putri daerah Kabupaten Nunukan yang berangkat ke Tiongkok melalui program ITCC Jawa Pos. Banya cerita yang disampaikan Wendy kepada awak media ini saat mencoba menghubungi melalui pesan Whats App.

Wendy merupakan salah satu dari 160 mahasiswa yang kuliah di Tiongkok, tepatnya University Hubei. Ia mengambil jurusan kedokteran di salah satu universitas yang cukup ternama di Tiongkok tersebut.

Setahun menuntut ilmu, sejak musim gugur hingga musim dingin telah ia rasakan di Tiongkok. Saat musim dingin, suhu di kota ia menempuh pendidikan itu hingga di bawah 10 derajat celcius. Menggunakan pakaian pun harus tebal dan tidak boleh makan makanan yang pedas, karena dapat menyebabkan penyakit radang tenggorokan. Jelas sangat berbeda sekali dengan di Indonesia.

“Awal tiba di Tiongkok bertepatan dengan musim dingin, jadi hampir semua mahasiswa asal Indonesia batuk-batuk, karena tidak terbiasa dengan musim dingin,” kata Wendy Desyanto.

Kuliah di luar negeri terkadang menjadi ketakutan bagi orangtua mahasiswa, karena yang menjadi pertimbangan adalah biaya yang harus dikeluarkan. Karena kuliah di luar negeri dan di dalam negeri tentu ada perbedaan biaya yang harus dikeluarkan. Di Tiongkok, Wendy Desyanto membutuhkan biaya hidup sebesar 500 Yuan atau sebesar Rp 1 juta tiap bulan. Pengeluaran tentu kembali kepada mahasiswa masing-masing dan tergantung kebutuhan hidup.

Wendy sapaan akrabnya, menghabiskan dana Rp 1 Juta perbulan karena digunakan untuk makan sehari-hari, karena jarang masak sendiri. Sedangkan untuk masak sendiri bisa lebih irit lagi, karena hanya bisa mengeluarkan dana sebesar Rp 500 ribu.

Selama ia kuliah, seluruh fasilitas telah terpenuhi. Termasuk fasilitas tempat tinggal, air dan listrik yang tak perlu dibayar. Namun penggunaannya dibatasi. Air hanya 8 ton diberikan perkamar, listrik dikenakan biaya ketika melebihi batas pemakaian.

Hal yang memudahkan mahasiswa di Tiongkok yakni aplikasi wechat. Segala sesuatu yang dibutuhkan bisa menggunakan aplikasi tersebut, seperti ingin memesan tiket bioskop, kereta, bayar makanan dan banyak lagi hanya menggunakan satu aplikasi itu.

Selain itu, tenaga pengajar di Universitas Hubei tak semuanya berasal dari Tiongkok sendiri, bahkan ada dari negara lain. Seperti tenaga pengajar jurusan kedoktoren yang berasal dari Pakistan. Walaupun status sebagai dosen keakraban mahasiswa dan anak didik sangat terjalin. Di Tiongkok dosen diistilahkan sebagai teman.

Tenaga pengajar di perguruan tinggi lainnya, terkadang di dengar dosen tak masuk mengajar atau tidak hadir memberikan mata kuliah. Di Univesitas Hubei, dosen mendatangi asrama untuk kelas tambahan jika mahasiswa tersebut tidak mengikuti mata kuliah.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 23 Mei 2017 09:52

Program Berkah Ramadan Radar Nunukan

NUNUKAN - Program Berkah Ramadan bersama Radar Nunukan (Radar Tarakan Group) kembali dibuka. Kepastian…

Selasa, 23 Mei 2017 09:50

Kepala Disdikbud Minta Maaf

NUNUKAN – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan mendapat kritikan dari warga…

Selasa, 23 Mei 2017 09:49

Debit Air Sungai Sembakung Makin Tinggi

NUNUKAN – Banjir yang terjadi di Kecamatan Sembakung sejak Jumat, (19/5) lalu hingga kini masih…

Senin, 22 Mei 2017 09:40

RSUD Terancam Rugi

NUNUKAN – Pemeriksaan kesehatan untuk menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang menjadi bagian…

Senin, 22 Mei 2017 09:38

DPRD Pertanyakan Upaya Pemkab

NUNUKAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan kian serius untuk meluruskan kekeliruan…

Sabtu, 20 Mei 2017 15:19

 Komentar Kadisdik Soal Banjir Sembakung Bikin Netizen Geram

NUNUKAN - Siapa sangka, pernyataan yang dilontarkan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Nunukan, Jaya Martom,…

Sabtu, 20 Mei 2017 11:21

Wow...Tunon Taka "Diserbu" TNI dan Polri

NUNUKAN - Buruh bagasi, pedagang dan penumpang di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan tampak kaget dan penuh…

Sabtu, 20 Mei 2017 10:21

Sub Agen BBM Labrak Aturan Penjualan

NUNUKAN – Keberadaan sub agen Bahan Bakar Minyak (BBM) sangat membantu Agen Penyalur Minyak dan…

Sabtu, 20 Mei 2017 10:20

Harga Sembako Naik Jelang Ramadan

NUNUKAN – Meskipun mendapat pengawasan dari sejumlah instansi pemerintah, harga sebagian komoditi…

Jumat, 19 Mei 2017 10:50

Ratusan Kilogram Makanan Ilegal Dimusnahkan

NUNUKAN - Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Tarakan Wilayah Kerja (Wilker) Nunukan memusnahkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .