MANAGED BY:
SENIN
21 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Sabtu, 18 Maret 2017 09:39
Biaya Hidup Hanya 500 Yuan, Kuliah Difasilitasi Kampus

Cerita Anak Perbatasan Kuliah di Tiongkok

KULIAH DI TIONGKOK: Wendy Desyanto mahasiswa asal Nunukan sedang menikmati suasana musim dingin di negeri Tirai Bambu. DOK PRIBADI UNTUK RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, Kuliah di luar negeri tentu menjadi perbedaan bagi mahasiswa yang hanya biasa menikmati dunia pendidikan di dalam negeri, bahkan tidak semua dapat membayangkan ke luar negeri itu menuntut ilmu bagi anak di perbatasan. Namun, sejak dua tahun terakhir anak perbatasan di utara Kalimantan ini mulai menggapai mimpinya di negeri Tirai Bambu dengan bantuan program Indonesia Tionghoa Culture Centre (ITCC) Jawa Pos.

SABRI

WENDY Dersyanto, merupakan salah satu putri daerah Kabupaten Nunukan yang berangkat ke Tiongkok melalui program ITCC Jawa Pos. Banya cerita yang disampaikan Wendy kepada awak media ini saat mencoba menghubungi melalui pesan Whats App.

Wendy merupakan salah satu dari 160 mahasiswa yang kuliah di Tiongkok, tepatnya University Hubei. Ia mengambil jurusan kedokteran di salah satu universitas yang cukup ternama di Tiongkok tersebut.

Setahun menuntut ilmu, sejak musim gugur hingga musim dingin telah ia rasakan di Tiongkok. Saat musim dingin, suhu di kota ia menempuh pendidikan itu hingga di bawah 10 derajat celcius. Menggunakan pakaian pun harus tebal dan tidak boleh makan makanan yang pedas, karena dapat menyebabkan penyakit radang tenggorokan. Jelas sangat berbeda sekali dengan di Indonesia.

“Awal tiba di Tiongkok bertepatan dengan musim dingin, jadi hampir semua mahasiswa asal Indonesia batuk-batuk, karena tidak terbiasa dengan musim dingin,” kata Wendy Desyanto.

Kuliah di luar negeri terkadang menjadi ketakutan bagi orangtua mahasiswa, karena yang menjadi pertimbangan adalah biaya yang harus dikeluarkan. Karena kuliah di luar negeri dan di dalam negeri tentu ada perbedaan biaya yang harus dikeluarkan. Di Tiongkok, Wendy Desyanto membutuhkan biaya hidup sebesar 500 Yuan atau sebesar Rp 1 juta tiap bulan. Pengeluaran tentu kembali kepada mahasiswa masing-masing dan tergantung kebutuhan hidup.

Wendy sapaan akrabnya, menghabiskan dana Rp 1 Juta perbulan karena digunakan untuk makan sehari-hari, karena jarang masak sendiri. Sedangkan untuk masak sendiri bisa lebih irit lagi, karena hanya bisa mengeluarkan dana sebesar Rp 500 ribu.

Selama ia kuliah, seluruh fasilitas telah terpenuhi. Termasuk fasilitas tempat tinggal, air dan listrik yang tak perlu dibayar. Namun penggunaannya dibatasi. Air hanya 8 ton diberikan perkamar, listrik dikenakan biaya ketika melebihi batas pemakaian.

Hal yang memudahkan mahasiswa di Tiongkok yakni aplikasi wechat. Segala sesuatu yang dibutuhkan bisa menggunakan aplikasi tersebut, seperti ingin memesan tiket bioskop, kereta, bayar makanan dan banyak lagi hanya menggunakan satu aplikasi itu.

Selain itu, tenaga pengajar di Universitas Hubei tak semuanya berasal dari Tiongkok sendiri, bahkan ada dari negara lain. Seperti tenaga pengajar jurusan kedoktoren yang berasal dari Pakistan. Walaupun status sebagai dosen keakraban mahasiswa dan anak didik sangat terjalin. Di Tiongkok dosen diistilahkan sebagai teman.

Tenaga pengajar di perguruan tinggi lainnya, terkadang di dengar dosen tak masuk mengajar atau tidak hadir memberikan mata kuliah. Di Univesitas Hubei, dosen mendatangi asrama untuk kelas tambahan jika mahasiswa tersebut tidak mengikuti mata kuliah.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 19 Agustus 2017 11:08

Pengembangan Runway Bandara Dihentikan

NUNUKAN – Pengembangan landasan pacu atau runway Bandar Udara (Bandara) Nunukan harus dihentikan…

Sabtu, 19 Agustus 2017 11:06

Diduga Depresi, Deportan Terjun dari Lantai 3

NUNUKAN – Diduga depresi, Bukhori Alfan (22), seorang korban deportasi yang ditampung di Rumah…

Sabtu, 19 Agustus 2017 11:05

Diduga Depresi, Deportan Terjun dari Lantai 3

NUNUKAN – Diduga depresi, Bukhori Alfan (22), seorang korban deportasi yang ditampung di Rumah…

Sabtu, 19 Agustus 2017 11:00

Maknai Kemerdekaan dengan Cara Berbeda

Nunukan – Berbagai cara dilakukan untuk memperingati hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia…

Jumat, 18 Agustus 2017 18:24

Sang Merah Putih di Perbatasan

NUNUKAN – Peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia digelar serentak di seluruh Indonesia.…

Jumat, 18 Agustus 2017 18:18

Terdakwa Sabu 7 Kg Jadi Saksi di Persidangannya

NUNUKAN – Sidang lanjutan perkara narkotika golongan satu jenis sabu seberat 7 kilogram (kg) berlanjut,…

Selasa, 15 Agustus 2017 15:32

Alkes Minim, Pasien Pilih Berobat ke Malaysia

NUNUKAN – Minimnya fasilitas kesehatan di wilayah perbatasan membuat masyarakatnya harus berobat…

Selasa, 15 Agustus 2017 15:31

Belum Ada Tanda-Tanda MEA di Perbatasan

NUNUKAN – Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) hingga saat ini belum berlaku untuk wilayah perbatasan,…

Senin, 14 Agustus 2017 11:25

PKL Eks Alun-Alun Keluhkan Sepi Pembeli

NUNUKAN – Pasca dipindahkan dari Alun-alun Nunukan ke halaman samping gedung UKM Centre Nunukan,…

Senin, 14 Agustus 2017 11:23

Jelang Hari Kemerdekaan, WNI Akan Banjiri KJRI

NUNUKAN - Jelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Republik Indonesia (RI), Kamis (17/8) mendatang,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .