MANAGED BY:
SELASA
12 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Rabu, 15 Maret 2017 10:48
Jefry, Berhak Ajukan Gugatan

Jika Beralasan Tidak Paham Perjanjian Fidusia

ILUSTRASI/INT.

PROKAL.CO, TARAKAN – Ketidak pahaman Jefry yang menandatangani akta perjanjian fidusia di notaris saat meminjam uang di Bank ICB Bumi Putera, atau saat ini bernama MNC Bank, ternyata dapat mengajukan gugatan pembatalan perjanjian di Pengadilan Negeri Tarakan.

Pakar Hukum Perdata Universitas Airlangga, Dr Ghansham Anand, S.H.,M.Kn menjelaskan, dalam prinsip hukum perdata, jika Jefry atau yang kini ditetapkan sebagai tersangka tidak tahu menahu dalam pemberian perjanjian akta fidusia yang ia tanda tangani, maka Jefry atau penasehat hukumnya dapat mengajukan gugatan pembatalan perjanjian fidusia tersebut ke pengadilan. Yang nantinya,  pengadilanlah yang akan memeriksa dan memberikan putusan.

“Bila memang alasannya tidak tahu dan tidak mengerti apa itu perjanjian fidusia? Maka harus dibuktikan dengan mengajukan gugatan pembatalan di pengadilan agar dibatalkannya perjanjian dalam akta fidusia. Jika sudah memiliki kekuatan hukum tetap maka barulah peryataan Jefry dibenarkan,” jelas Ghansam saat dihubungi Radar Tarakan, kemarin (14/3).

Mengingat akta perjanjian fidusia merupakan akta otentik, maka perjanjian tersebut dianggap sah di mata hukum. Namun jika terdapat kekeliruan dalam perjanjian tersebut maka harus dibuktikan melalui jalur hukum.

“Kekuatan akta otentik itu merupakan alat bukti yang sempurna, maka ia harus dianggap benar, sampai ada putusan pengadilan yang menyatakan bahwa isi dari akta otentik akta fidusia itu bertentangan atau tidak benar,” jelasnya.

Jika melihat dari syarat sahnya perjanjian pada pasal 1320 Kitab Undang-Undang Perdata (KUHPer) yang di dalamnya harus cakap, maka Jefry sudah dianggap dapat bertanggung jawab pada klausal perjanjian sehingga perjanjian tersebut dianggap sah menurut hukum.

“Kalau di bawah umur mungkin saja tidak paham, sehingga bisa berdalih tidak mengerti perjanjian fidusia. Tetapi apabila Jefry masih berdalih tidak mengerti apa yang dia tanda tangani maka jalan yang harus ditempuh adalah mengajukan gugatan pembatalan perjanjian,” tutur dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Surabaya yang juga merupakan dosen Magister Ilmu Hukum Universitas Boreno Tarakan (UBT).

Dalam pembuatan akta notaris menurut ketentuan UU jabatan akta notaris, maka seharusnya jika setelah dibuatkannya akta maka wajib dibacakan oleh notaris atau dapat dibaca sendiri oleh para pihak.

Dan jika misalnya akta tidak dibacakan atau tidak ditanda tangani. Maka akta notaris itu terdegradasi kekuasaan pembuktiannya. Tidak menjadi akta otentik melainkan hanya sekadar menjadi akta dibawah tangan bila misalnya itu tidak dibacakan. “Akta itu akan turun menjadi akta dibawah tangan apabila, saat pembuatan akta tidak dibacakan, tidak dijelaskan isi dari akta tersebut,” katanya.

Sementara itu, Penasehat Hukum (PH) Jefry, Salahuddin mengatakan akan mengajukan upaya hukum dengan mengajukan gugatan ke pengadilan karena Jefry tidak mengetahui klausal perjanjian akta fidusia. “Iya kami akan melakukan itu, namun untuk waktunya kapan, kami belum bisa beritahukan jadi ditunggu saja,” pungkasnya.

Awal mula kasus ini, sebelum menjadi nasabah Bank ICB Bumi Putera, Jefry merupakan nasabah dari Bank BNI. Namun kemudian Jefry ditawarkan oleh Bank ICB Bumi Putera, untuk menjadi nasabah dengan iming-iming kredit bunga rendah agar dapat mengembangkan usahanya. Jefry kemudian tertarik dan beralih ke Bank ICB Bumi Putera dengan menjaminkan seluruh aset miliknya.

“Saya lupa itu tahunnya kapan,” ucap Salahuddin.

Aset yang dijaminkan pada Bank ICB Bumi Putera, di antaranya sertifikat dua rumahnya yang ada di Surabaya, lalu usaha miliknya Baiss Cafe, Baiss Hills, dan tanah yang ada di Karang Rejo. Jika diperkirakan total semua aset Jefry sekitar Rp 30 miliar. “Itu semuanya dijadikan jaminan untuk mendapatkan kredit dari Bank ICB Bumi Putera,” ungkap Salahuddin.

Setelah Jefry resmi menjadi nasabah Bank ICB Bumi Putera dan mengajukan kredit dengan kesepakatan bersama, maka pihak bank mengeluarkan Garansi Bank yang artinya pihak bank membuat pernyataan tertulis berisi kesanggupan, untuk membayarkan sejumlah uang kepada pihak lain (dalam hal ini pabrik pemasok barang usaha Jefry)  agar dapat menyuplai barang-barang usaha Jefry di Tarakan.

“Dengan menggunakan garansi bank maka pihak bank menjamin barang yang disuplay pabrik akan masuk ke Pak Jefry. Di mana, Jefry memberikan jaminan sertifikat yang disertakan dengan stok opname barang dagangannya. Namun, setelah setahun berjalan, kredit yang diajukan Jefry terhambat, membuatnya tidak mampu lagi untuk melakukan pembayaran sisa kredit dan tidak dapat memberikan prestasi pada bank. Sehingga aset yang telah dijaminkan langsung dilelang oleh Bank ICB Bumi Putera dan mendapatkan persetujuan langsung dari Jefry,” jelas Salahuddin.

Setelah aset dilelang pihak bank, Jefry mengira semua utang-utang miliknya pada Bank ICB Bumi Putera telah terlunasi, dengan dilelang jaminan miliknya. Tetapi ternyata, Jefry, tidak mengetahui bahwa ia memiliki jaminan fidusia pada pihak bank.

Yang menjadi objek jaminan fidusia adalah stok gudang (barang bergerak), seperti rokok,sembako dan lain-lain yang dimiliki dari CV Harapan Jaya milik Jefry.

Jefry dalam hal ini tidak mengetahui bahwa adanya jaminan fidusia yang dia sepakati dengan bank, karena Jefry mengira dengan dilelang aset miliknya maka permasalahannya sudah terselesaikan.

“Jefry mengira sudah lunas, ternyata ada lagi satu yakni jaminan fidusia yang Jefry juga tidak mengerti jaminan fidusia itu seperti apa,” jelas Salahuddin.

Yang dimaksudkan jaminan fidusia adalah jaminan kebendaan atas benda bergerak, baik yang berwujud maupun tidak berwujud sehubungan dengan utang-piutang antara debitur (Jefry) dan kreditor (Bank ICB Bumi Putera) dimana jaminan fidusia, diberikan oleh debitur kepada kreditor untuk menjamin pelunasan utangnya.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 12 Desember 2017 10:44

Sayur Ilegal Mudah Ditemui

TARAKAN – Berbatasan langsung dengan Negara Malaysia, membuka peluang masuknya bahan makanan ke…

Selasa, 12 Desember 2017 10:41

Lima Bulan Berturut-turut Alami Deflasi

TARAKAN - Kota Tarakan pada November 2017 mengalami deflasi sebesar 0,18 persen. Di mana terjadi perubahan…

Selasa, 12 Desember 2017 10:38

Sopir Angkot Ditemukan Tak Bernyawa

TARAKAN - Tadi malam (11/12), seorang pria nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Sebastianus…

Selasa, 12 Desember 2017 10:36

Pernah Tersesat di Hutan hingga Larut Malam

Bukit, kebun, sungai bahkan hutan memiliki daya tarik tersendiri bagi para pencinta olahraga Hash House…

Selasa, 12 Desember 2017 10:34

BY Penjual Obat, Ditetapkan Tersangka

TARAKAN – Tak hanya IR dan AR saja yang akan dijerat persoalan hukum karena pembuangan janin di…

Selasa, 12 Desember 2017 10:32

PDIP Belum Seratus Persen ke Ince

Usai menyatakan kepastian akan menggandeng Muhammad Ince Rifai dalam pilwali 2018 mendatang, keputusan…

Selasa, 12 Desember 2017 10:31

Kejari Masih Meneliti Berkas Kasus Pungli E-KTP

TARAKAN - Kasus dugaan pungutan liar (pungli)  yang melibatkan AB, oknum ketua rukun tetangga (RT)…

Selasa, 12 Desember 2017 10:30

Suket dan KK Mencurigakan yang Diperiksa

TARAKAN- Menjelang masa pemilihan calon wali kota (pilwali) 2018 mendatang, masyarakat perlu tahu terkait…

Selasa, 12 Desember 2017 10:29

Jelang Natal dan Tahun Baru Harga Telur Naik

TARAKAN – Menjelang Natal dan Tahun Baru, sejumlah harga kebutuhan pokok di pasaran mulai mengalami…

Selasa, 12 Desember 2017 10:27

Kondensat Bukan Kewenangan PLN

TARAKAN – Meskipun PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Khusus (ULK) Tarakan sudah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .