MANAGED BY:
MINGGU
22 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 14 Maret 2017 10:12
Berau Minta Hiunya, BKIMP Tunggu Wali Kota
BANK DATA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIMP) Tarakan, Sab Lestiawan mengaku sudah mendengar rencana Wakil Bupati Berau yang akan mengajukan petisi ke Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait belum dikembalikannya hiu yang sebelumnya ditangkap di perairan Berau.

Menurut Lestiawan, pihaknya bersama instansi teknis seperti Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Utara, Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Tarakan, Dinas Perikanan Kabupaten Berau, Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak, dan Stasiun PSDKP Tarakan beberapa waktu lalu telah melakukan rapat koordinasi terkait ikan hiu, khususnya ikan hiu dari Berau.

Rapat koordinasi tersebut telah menghasilkan beberapa poin kesepakatan. “Kami sudah menandatangani kesepakatan terkait perizinan yang dikeluarkan untuk hiu-hiu yang berasal dari Berau,” kata Lestiawan.

Di antaranya, Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Tarakan akan mendata ulang perizinan yang sifatnya jelas dan terbatas. Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perairan (PSDKP) akan mengawasi hiu-hiu yang berasal dari Berau bila akan dibawa ke Kota Tarakan.

Ia menjelaskan, yang terjadi saat ini bukanlah penahanan ikan hiu ilegal. Melainkan, pihaknya tidak memberikan izin untuk ikan hiu yang akan dikirim keluar Kota Tarakan. Ikan hiu yang belum mendapatkan izin keluar Tarakan tersebut, sebenarnya bukanlah jenis ikan hiu yang dilindungi.

“Surat dari Pemerintah Berau terkait ikan hiu kami terima tanggal 27 Februari 2017. Lalu ada pengiriman pertama kali tanggal 1 Maret 2017. Sebelumnya kami tidak tahu, karena ikan hiu tersebut bukan jenis yang dilindungi. Setelah surat tersebut kami terima, kami menghargai aspirasi Berau dan tidak mengabaikan,” tuturnya.

Namun lebih lanjut ia mengungkapkan, bahwa selama ini tidak pernah terjadi masalah terkait ikan hiu yang dikirimkan keluar Kota Tarakan.

Ia mengatakan, selama ini produk-produk perikanan yang diloloskan (izinkan, Red) adalah produk perikanan yang legal. Dan selama ini, pihaknya sudah melaksanakan tugas perizinan sesuai dengan SOP (standar operasional prosedur) yang ada.

“Ada pemberitahuan dari Berau, bahwa saat ini sedang marak penangkapan terhadap ikan hiu dan daerahnya adalah daerah konservasi. Pemerintah Daerah Berau menanyakan, mengapa marak penangkapan hiu sedangkan dari Berau sendiri tidak ada pengiriman hiu. Kemana larinya? Lalu dianggap larinya pengiriman hiu tersebut ke Tarakan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, sesuai laporan dari para pemilik ikan hiu tersebut, hiu yang akan dikirim keluar Tarakan adalah hiu yang berasal dari perairan Tarakan.

Pihaknya pun sangat sulit menemukan ciri khas dan tanda-tanda perbedaan antara hiu yang berasal dari Tarakan dan hiu yang berasal dari Berau.

“Status hiu ini, hiu darimana. Berau mengatakan hiu tersebut dari Berau. Yang dari Tarakan mengatakan hiu tersebut berasal dari Tarakan. Itu nanti sedang diselesaikan,” ujarnya.

Pihaknya memperkirakan, total hiu yang akan dikirim keluar Kota Tarakan tersebut berjumlah 70 ekor. Disampaikan, saat ini hiu-hiu tersebut berada di penampungan pemiliknya yang terbagi di 4 tempat penampungan dan belum dikirim keluar Tarakan, serta diawasi oleh pihak berwenang yaitu BPSPL.

“Beberapa hari yang lalu kami datangi si pemilik pertama yang punya 26 ekor hiu, yaitu jenis Hiu Tokek dan Hiu Belimbing. Yang lain ada yang 10 dan 20an ekor. Jenisnya sama. Yang kami datangi baru dua tempat. Kemarin yang kami tolak itu awalnya 26 ekor hiu, dasarnya dari surat Wakil Bupati Berau maka tidak kami berikan izin. Tujuannya, untuk tolong diclearkan dululah. Jangan sampai belum clearlalu terkirim, karena kamikan gerbang terakhir,” tuturnya.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 21 April 2018 10:55

Tim Cuma Berharap Laporan

TARAKAN – Elpiji 3 kg langka. Itu sudah wajar di sejumlah wilayah di Kalimantan Utara (Kaltara).…

Sabtu, 21 April 2018 10:53

Misi Sosial dan Keberagaman Budaya Indonesia

Umumnya dunia otomotif begitu melekat dengan pria. Tapi saat ini anggapan itu perlahan hilang dengan…

Sabtu, 21 April 2018 10:52

Kerja Keras dan Tak Patah Semangat

KEMANDIRIAN seorang wanita tak dapat dilepaskan dari perannya sebagai ibu rumah tangga. Namun dengan…

Sabtu, 21 April 2018 10:50

Tak Ingin Anak Terseret Pengalaman yang Sama

MOMEN 21 April setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kartini. Pelopor perjuangan kaum perempuan,…

Sabtu, 21 April 2018 10:49

Mengantar Anak Sampai Sukses

RADEN Ajeng Kartini, hari lahirnya selalu menjadi pengingat bagi setiap wanita Indonesia. Kartini lekat…

Sabtu, 21 April 2018 10:48

Tidak Ada Alasan Pakai Suket

MESKI penggunaan surat keterangan (suket) pada pelaksanaan Pemilihan Calon Wali Kota dan Wakil Wali…

Sabtu, 21 April 2018 10:46

Belum Terbentuk, FPI Sudah Dapat Penolakan

SPANDUK penolakan pembentukan Front Pembela Islam (FPI) itu, terpampang jelas  di sekitaran perempatan…

Sabtu, 21 April 2018 10:39

Anggaran Minim, Bukan Penghambat

TARAKAN — Kepala Kementerian Agama Kaltara, H. Suriansyah mengakui, minimnya dana pembinaan yang…

Sabtu, 21 April 2018 10:38

Ramaikan Gowes Sore Ini

TARAKAN - Para goweser Bumi Paguntaka diharapakan kehadirannya dalam kegiatan gowes, Sabtu (21/4) yang…

Sabtu, 21 April 2018 10:37

Tidar dan Labobar Diusulkan Masuk Tarakan

TARAKAN - Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, PT Pelni kembali mengajukan tambahan armada untuk mengatasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .