MANAGED BY:
SELASA
24 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Senin, 13 Maret 2017 11:37
Nabrak Anjing Sampai Mati, Bayar Denda Berjuta-Juta

Aturan Adat Dayak Bulusu di Kabupaten Tana Tidung, Desa Sedulun

ATURAN ADAT: Anjing dianggap sebagai kakak oleh Suku Dayak Bulusu karena sudah menemani kehidupan mereka sejak nenek moyang. YEDIDAH PAKONDO/ RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Setiap wilayah memiliki peraturan hukum adat yang berbeda-beda, yang dimana jika aturan yang diturunkan oleh nenek moyang dilanggar, maka konseskuensi sanki yang diberikan dinilai setimpal dengan perbuatan yang dilanggar. Salah satu daerah yang masih kental dengan aturan adat tersebut adalah Desa Sedulun, berikut cerita selengkapnya.

YEDIDAH PAKONDO, Tarakan

KETIKA memasuki wilayah Desa Sedulun, Anda akan disambut dengan rumah-rumah warga yang rata-rata berbentuk rumah panggung. Terdapat satu unit rumah lamin panjang, yang menjadikan identitas suku dari warga Desa Sedulun. Jika Anda yang sudah mengerti jenis-jenis rumah lamin Dayak, maka Anda akan mengetahui rumah lamin khas milik suku Dayak Bulusu.

Di dalam adat Dayak Bulusu, ada beberapa peraturan yang tak hanya harus dipatuhi masyarakat suku Dayak Bulusu, bagi pendatang yang berkunjung juga diwajibkan untuk menghormati aturan yang dibuat oleh leluhur mereka.

Jika Anda melakukan perjalanan melewati Desa Sedulun, satu hal yang perlu Anda ingat, tidak hanya berhati-hati dalam berkendara karena banyaknya masyarakat desa yang beraktivitas. Anda juga perlu waspada agar tidak menabrak seekor anjing, karena jika Anda tidak berhati-hati dan menyebabkan anjing masyarakat Desa Sedulun mati maka Anda harus bersiap dikenakan hukuman berjuta-juta rupiah.

Ketua Adat Suku Dayak Bulusu, Desa Sedulun, Gani mengatakan jika merunut sejarahnya setelah suku Dayak Bulusu hadir di dunia, mereka hanya ditemani oleh seekor anjing. Untuk itu, suku Dayak Bulusu sangat menghargai kehadiran seekor anjing dikehidupannya.

“Kami menganggap anjing itu sebagai kakak kami sendiri,” ungkapnya.

Asal mula anjing dianggap sebagai kakak oleh suku Dayak Bulusu, karena kehadiran anjing membawa petunjuk untuk suku Dayak Bulusu di zaman dulu. Pada zaman dahulu, manusia hidup di dunia ini tidak tahu apa-apa. Berkat kehadiran anjing ini lah yang memberi petunjuk kepada manusia, untuk bisa bertahan hidup. Dari anjing lah mereka paham kegunaan dari rotan yang dapat digunakan manusia untuk bahan rumah, belliung yakni sebuah benda yang seperti kampak namun menggunakan rotan sebagai pengikatnya.

Diceritakan Gani, anjing yang pertama menemani suku Dayak Bulusu, karena mereka tak bisa berbicara layaknya manusia, maka anjing memberikan isyarat kepada suku Dayak Bulusu yang terdahulu, dengan cara menggonggong sebuah pohon rotan sebagai petunjuk kepada manusia, untuk memberi tahu fungsi utama pada rotan. Yang lebih uniknya lagi, masyarakat suku Dayak Bulusu di zaman dulu memahami bahasa anjing sehingga langsung mengetahui petunjuk yang diberikan oleh anjing tersebut.

Dari banyaknya akar yang ada di dalam hutan, hanya satu pohon yang akarnya digonggong oleh anjing yaitu sebuah rotan yang digunakan nenek moyang suku Daya Bulusu.

 “Rotan digunakan untuk menganyam, membuat bakul, dan sebagainya yang tentunya terbuat dari rotan,” tuturnya.

Selain itu, nenek moyang Suku Dayak Bulusu dulunya tidak memiliki korek api sehingga tidak tahu cara menghasilkan api. Maka sang anjing juga lah yang memberikan isyarat dengan cara menggonggong batu, kepada nenek moyang untuk dapat menghasilkan api.

Menurut Gani itulah alasan mengapa Dayak Bulusu sangat menghargai kehadiran seekor anjing di kehidupannya. Hingga kini, peraturan larangan menabrak seekor anjing masih terus berlaku. Suku Dayak Bulusu, masih menganggap anjing sebagai kakak, karena segala sesuatu yang telah diperoleh dari nenek moyang suku Dayak Bulusu. Uniknya lagi, hingga kini  jika suku Dayak Bulusu ingin mengajak anjingnya berjalan-jalan mereka hanya mengatakan ‘Ku Kak’artinya ‘ayok jalan kak’ maka sang anjingpun langsung ikut.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 23 Oktober 2017 14:21

Booking Online Makin Parah di Aplikasi Online

TARAKAN – Era digital tak hanya bisa memberikan dampak positif, tetapi juga dampak negatif bagi…

Senin, 23 Oktober 2017 14:19

Pelaku Bisa Saja Berstatus Pelajar

TARAKAN – Penggunaan media sosial saat ini marak disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu, yang…

Senin, 23 Oktober 2017 14:15

Terik, Suhu Tarakan Capai 33 Derajat Celcius

TARAKAN – Akhir-akhir ini cuaca di Bumi Paguntaka sangat terik berbeda biasanya. Berdasarkan pantauan…

Senin, 23 Oktober 2017 14:14

PBB Tarakan Penuhi Syarat Berkas Verifikasi

TARAKAN – Partai Bulan Bintang (PBB) masuk dalam daftar parpol yang dinyatakan tidak memenuhi…

Senin, 23 Oktober 2017 14:13

Lingkungan Jalan Mulawarman Segera Ditata

TARAKAN – Penataan lingkungan sekitaran koridor Jalan Mulawarman sepanjang 1,8 kilometer (km),…

Senin, 23 Oktober 2017 14:09

Sudah Diprogram, Belum Dikerja

TARAKAN – Hingga tahun ini, rencana pembangunan trotoar di Jalan Kusuma Bangsa belum juga dilakukan,…

Senin, 23 Oktober 2017 14:07

Sekolah 3 Lantai, Jalan ke Sekolah Lewat Gang

TARAKAN - Ketua Rt 66 Kelurahan Karang Anyar, Saimun mengatakan jalan masuk menuju SDN 041 Tarakan yang…

Senin, 23 Oktober 2017 14:06

Progres Jalan Ring Road Bertahap

TARAKAN- Pembangunan fisik ring road atau jalan tembus untuk Juata Laut ke Binalatung saat ini masih…

Senin, 23 Oktober 2017 14:04

10 Ribu Rumah Belum Teraliri Gas Alam

TARAKAN- Keinginan pemerintah Kota untuk menjadikan Tarakan untuk dapat teraliri jaringan gas (Jargas)…

Senin, 23 Oktober 2017 10:25

Pria Bertopeng Gasak Brankas Tua

TARAKAN – Tidak hanya lembaga-lembaga keuangan saja yang menjadi incaran para pelaku tindak kejahatan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .