MANAGED BY:
RABU
23 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Senin, 13 Maret 2017 11:37
Nabrak Anjing Sampai Mati, Bayar Denda Berjuta-Juta

Aturan Adat Dayak Bulusu di Kabupaten Tana Tidung, Desa Sedulun

ATURAN ADAT: Anjing dianggap sebagai kakak oleh Suku Dayak Bulusu karena sudah menemani kehidupan mereka sejak nenek moyang. YEDIDAH PAKONDO/ RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Setiap wilayah memiliki peraturan hukum adat yang berbeda-beda, yang dimana jika aturan yang diturunkan oleh nenek moyang dilanggar, maka konseskuensi sanki yang diberikan dinilai setimpal dengan perbuatan yang dilanggar. Salah satu daerah yang masih kental dengan aturan adat tersebut adalah Desa Sedulun, berikut cerita selengkapnya.

YEDIDAH PAKONDO, Tarakan

KETIKA memasuki wilayah Desa Sedulun, Anda akan disambut dengan rumah-rumah warga yang rata-rata berbentuk rumah panggung. Terdapat satu unit rumah lamin panjang, yang menjadikan identitas suku dari warga Desa Sedulun. Jika Anda yang sudah mengerti jenis-jenis rumah lamin Dayak, maka Anda akan mengetahui rumah lamin khas milik suku Dayak Bulusu.

Di dalam adat Dayak Bulusu, ada beberapa peraturan yang tak hanya harus dipatuhi masyarakat suku Dayak Bulusu, bagi pendatang yang berkunjung juga diwajibkan untuk menghormati aturan yang dibuat oleh leluhur mereka.

Jika Anda melakukan perjalanan melewati Desa Sedulun, satu hal yang perlu Anda ingat, tidak hanya berhati-hati dalam berkendara karena banyaknya masyarakat desa yang beraktivitas. Anda juga perlu waspada agar tidak menabrak seekor anjing, karena jika Anda tidak berhati-hati dan menyebabkan anjing masyarakat Desa Sedulun mati maka Anda harus bersiap dikenakan hukuman berjuta-juta rupiah.

Ketua Adat Suku Dayak Bulusu, Desa Sedulun, Gani mengatakan jika merunut sejarahnya setelah suku Dayak Bulusu hadir di dunia, mereka hanya ditemani oleh seekor anjing. Untuk itu, suku Dayak Bulusu sangat menghargai kehadiran seekor anjing dikehidupannya.

“Kami menganggap anjing itu sebagai kakak kami sendiri,” ungkapnya.

Asal mula anjing dianggap sebagai kakak oleh suku Dayak Bulusu, karena kehadiran anjing membawa petunjuk untuk suku Dayak Bulusu di zaman dulu. Pada zaman dahulu, manusia hidup di dunia ini tidak tahu apa-apa. Berkat kehadiran anjing ini lah yang memberi petunjuk kepada manusia, untuk bisa bertahan hidup. Dari anjing lah mereka paham kegunaan dari rotan yang dapat digunakan manusia untuk bahan rumah, belliung yakni sebuah benda yang seperti kampak namun menggunakan rotan sebagai pengikatnya.

Diceritakan Gani, anjing yang pertama menemani suku Dayak Bulusu, karena mereka tak bisa berbicara layaknya manusia, maka anjing memberikan isyarat kepada suku Dayak Bulusu yang terdahulu, dengan cara menggonggong sebuah pohon rotan sebagai petunjuk kepada manusia, untuk memberi tahu fungsi utama pada rotan. Yang lebih uniknya lagi, masyarakat suku Dayak Bulusu di zaman dulu memahami bahasa anjing sehingga langsung mengetahui petunjuk yang diberikan oleh anjing tersebut.

Dari banyaknya akar yang ada di dalam hutan, hanya satu pohon yang akarnya digonggong oleh anjing yaitu sebuah rotan yang digunakan nenek moyang suku Daya Bulusu.

 “Rotan digunakan untuk menganyam, membuat bakul, dan sebagainya yang tentunya terbuat dari rotan,” tuturnya.

Selain itu, nenek moyang Suku Dayak Bulusu dulunya tidak memiliki korek api sehingga tidak tahu cara menghasilkan api. Maka sang anjing juga lah yang memberikan isyarat dengan cara menggonggong batu, kepada nenek moyang untuk dapat menghasilkan api.

Menurut Gani itulah alasan mengapa Dayak Bulusu sangat menghargai kehadiran seekor anjing di kehidupannya. Hingga kini, peraturan larangan menabrak seekor anjing masih terus berlaku. Suku Dayak Bulusu, masih menganggap anjing sebagai kakak, karena segala sesuatu yang telah diperoleh dari nenek moyang suku Dayak Bulusu. Uniknya lagi, hingga kini  jika suku Dayak Bulusu ingin mengajak anjingnya berjalan-jalan mereka hanya mengatakan ‘Ku Kak’artinya ‘ayok jalan kak’ maka sang anjingpun langsung ikut.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 23 Agustus 2017 10:38

Ceritakan Masa Sulit dari Berkebun Hingga Jualan Stik Es Lilin

Tak banyak yang mengenal sosok Onggy Hianata di Tarakan. Film layar lebar yang berjudul Terbang: Menembus…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:58

Terbang: Menembus Langit

TARAKAN –  Kemarin, sebagian Jalan Markoni ditutup dan dipadati masyarakat. Bukan karena…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:56

Lulus SD Sudah Jadi Calon Ibu

TARAKAN – Pernikahan dini di Bumi Paguntaka dalam delapan bulan terakhir ternyata kurang lebih…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:54

Hamil Usia Dini Risiko Komplikasi

TARAKAN – Hamil di usia yang sangat muda menjadi masalah utama dalam dunia medis. Sebab, sang…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:53

PAN Pilih Sofian dan Sabar

TARAKAN – Partai pemenang pemilu pada 2014 lalu di Tarakan, yaitu Partai Amanat Nasional (PAN)…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:51

DAK untuk Perbatasan Dialokasikan Rp 62,44 T

ANGGOTA DPR RI, Hetifah Sjaifudian meminta pemerintah pusat dan daerah pacu pembangunan daerah perbatasan.…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:41

Calhaj asal Tarakan Batuk Pilek

TARAKAN - 149 jamaah calon haji (JCH) asal Kota Tarakan kemarin (21/8) telah usai melaksanakan ibadah…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:38

Korek Informasi Melalui HP SL

TARAKAN – Penyidik Reskrim Polres Tarakan terus kerja keras membongkar motif di balik kasus bayi…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:34

Golkar Belum Tetapkan Figur di Pilkada Tarakan

Tarakan – Meski pertama kali melaksanakan penjaringan bakal calon di Kota Tarakan, Partai Golongan…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:33

Yunus Tampik Isu Maju, Siap Jika Dijadikan Wakil

TARAKAN – Seringnya Dr. H. Muhammad Yunus Abbas S.IP, M.Si mengupdate kegiatannya di media sosial…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .