MANAGED BY:
SENIN
22 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 10 Maret 2017 09:49
Lantamal Bantah Keluarkan Surat Penggusuran

Lantamal Persilakan Masyarakat Tempuh Jalur Hukum

RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Lantamal XIII Tarakan kini angkat bicara, terkait sengketa lahan yang masih menjadi perbincangan hangat oleh masyarakat Tarakan, dimana pihak Lantamal melayangkan  surat peringatan agar tidak membangun rumah atau gedung baru di tanah yang diklaim milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL).

Komandan Lantamal XIII Laksamana Pertama TNI Ferial Fachroni mengatakan surat yang diberikan kepada salah seorang warga bernama Roni, bukanlah surat penggusuran melainkan surat peringatan agar tidak membangun bangunan baru di tanah tersebut.

“Bukan untuk seluruh warga pantai amal, ini hanya untuk saudara Roni tetapi kenapa semuanya di-dramatisir,” kata Ferial Fachroni saat, press confrence di Lantamal XIII Tarakan, kemarin (9/3).

Alasan pihaknya mengeluarkan tersebut sebab ditakutkan jika dilakukan pembiaran warga membangun bangunan baru, dikhawatirkan akan memicu warga lain juga untuk ikut mendirikan bangunan baru, sehingga pihaknya juga menginginkan sengketa ini dapat segera terselesaikan.

“Kami sudah melakukan rapat yang dihadiri oleh Lurah Pantai Amal serta RT setempat pada 28 Februari, menyampaikan agar tidak ada warga yang mendirikan bangunan baru dalam bentuk apapun, sehingga dengan begitu tidak akan ada penggurusan rumah warga,” jelas Ferial Fachroni.

Lanjutnya, untuk diketahui tanah milik TNI AL di Pantai Amal seluas 3.437.100 M2 (343,7 Ha), ini merupakan tanah dari hasil pertukaraan penguasaan dan penyelenggaraan tanah-tanah yang dahulunya milik TNI AD lalu dialihkan ke TNI AL. Berdasarkan surat keputusan Menteri Pertahanan, Ir Juanda, yang tercantum dalam Inventaris Kekayaan Negara (IKN) yang telah dikuasakan pada Lantamal XIII Tarakan.

“Kami mepersilakan bila masyarakat Pantai Amal untuk menempuh jalur hukum jika dirasakan lebih baik. Yang jelas kami memiliki bukti otentik, berupa surat-surat silakan saja jika menempuh jalur hukum namun, masyarakat harus menerima konsekuensi jika gugatan dimenangkan oleh TNI AL,” tegas Ferial Fachroni.

 Sebelumnya Lantamal XIII Tarakan sudah melakukan koordinasi intens dengan masyarakat melalui aparat daerah setempat seperti lurah dan RT, tetapi pihaknya juga tidak akan semena-mena kepada masyarakat karena tidak sesuai dengan prinsip TNI, namun masyarakat juga dimohon untuk bisa diajak bekerjasama.

“Masyarakat jangan mau terprovokasi oleh pihak-pihak yang memanfaatkan keadaan ini,” jelas Ferial Fachroni.

Agar permasalahan tersebut tidak berlarut-larut, Lantamal dan pihak terkait berenaca akan melakukan pengukuran ulang, guna memperjelas batas tanah milik TNI AL di Pantai Amal sesuai dokumen yang ada pada Lantamal Tarakan. Karena ada beberapa tanda batas yang pernah dipasang, sudah usang termakan usia.

“Kami pastikan pengukuran ulang tidak akan mengganggu aktivitas warga. Dan kami mohon masyarakat Pantai Amal untuk dapat bekerjasama dan tetap tenang,” tambah Ferial Fachroni.

Diadakannya langkah pengukuran ulang ini dimaksudkan sebagai langkah antisipasi agar mencegah adanya oknum, yang melakukan praktek jual beli tana. “Kami sudah mengetahui siapa oknum tersebut dan sekarang kami sudah tindak lanjuti dengan upaya proses hukum,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut pihak Lantamal XIII Tarakan juga menyampaikan bahwa dalam dengar pendapat yang dilaksanakan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan pada 7 Maret yang tidak menghadiri undangan rapat karena memang, tidak pernah ada surat undangan ditujukan kepada mereka. “Kami tidak menerima undangan maupun pemberitahuan berkaitan dengan adanya rapat dengar pendapat DPRD Tarakan dengan masyarakat Pantai Amal,” ungkapnya.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 22 Januari 2018 14:22

Balon-Tim Sukses Harus Melek UU

PERSOALAN biaya kampanye memang rentan mengarah ke arah black campaign. Belajar dari pengalaman sebelum-sebelumnya,…

Senin, 22 Januari 2018 14:19

Arief Jadi Wali Kota Selama 130 Hari

TARAKAN – Sang petahana Sofian Raga yang memutuskan untuk ingin melanjutkan kerjanya, pada Pilwali…

Senin, 22 Januari 2018 14:07

Andalkan Sumbangan Sukarela Masyarakat-Gereja

KEBERADAAN maskapai Mission Aviation Fellowship (MAF), seolah menjadi penolong bagi masyarakat pedalaman…

Senin, 22 Januari 2018 14:04

Uang ATM Dibobol Pakai Lidi

TARAKAN – Masyarakat kudu waspada, khususnya saat akan melakukan transaksi tunai di mesin Anjungan…

Senin, 22 Januari 2018 13:52

Tingginya Kepedulian, Minim Keluhan

TARAKAN - Ketua RT 8 Kelurahan Pamusian Andi Laskariya mengatakan secara umum kondisi jalan yang berada…

Senin, 22 Januari 2018 11:45

MD Tak Diberi Akses Bertemu Anaknya

ANAK dari salah satu Warga Negara Asing (WNA) Filipina yang jadi kurir narkotika dititipkan Kepolisian…

Senin, 22 Januari 2018 11:28

Ular Hangus, Listik Padam

TARAKAN - Tidak ada hujan dan tak ada badai, tiba-tiba warga Bumi Paguntaka kembali merasakan listrik…

Senin, 22 Januari 2018 11:17

Siap Cabut Algaka Tak Berizin

TARAKAN – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018. Segala atribut berbagai macam alat…

Senin, 22 Januari 2018 11:08

Enam Tahun Menantikan Gapura

TARAKAN – Tidak banyak yang dikeluhkan oleh warga RT 14, Kelurahan Pamusian ini. Ruang lingkup…

Minggu, 21 Januari 2018 20:29

Harta Effendhi Rp 26 Miliar

TARAKAN – Hampir dipastikan seluruh Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) para bakal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .