MANAGED BY:
SENIN
22 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 10 Maret 2017 09:49
Lantamal Bantah Keluarkan Surat Penggusuran

Lantamal Persilakan Masyarakat Tempuh Jalur Hukum

RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Lantamal XIII Tarakan kini angkat bicara, terkait sengketa lahan yang masih menjadi perbincangan hangat oleh masyarakat Tarakan, dimana pihak Lantamal melayangkan  surat peringatan agar tidak membangun rumah atau gedung baru di tanah yang diklaim milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL).

Komandan Lantamal XIII Laksamana Pertama TNI Ferial Fachroni mengatakan surat yang diberikan kepada salah seorang warga bernama Roni, bukanlah surat penggusuran melainkan surat peringatan agar tidak membangun bangunan baru di tanah tersebut.

“Bukan untuk seluruh warga pantai amal, ini hanya untuk saudara Roni tetapi kenapa semuanya di-dramatisir,” kata Ferial Fachroni saat, press confrence di Lantamal XIII Tarakan, kemarin (9/3).

Alasan pihaknya mengeluarkan tersebut sebab ditakutkan jika dilakukan pembiaran warga membangun bangunan baru, dikhawatirkan akan memicu warga lain juga untuk ikut mendirikan bangunan baru, sehingga pihaknya juga menginginkan sengketa ini dapat segera terselesaikan.

“Kami sudah melakukan rapat yang dihadiri oleh Lurah Pantai Amal serta RT setempat pada 28 Februari, menyampaikan agar tidak ada warga yang mendirikan bangunan baru dalam bentuk apapun, sehingga dengan begitu tidak akan ada penggurusan rumah warga,” jelas Ferial Fachroni.

Lanjutnya, untuk diketahui tanah milik TNI AL di Pantai Amal seluas 3.437.100 M2 (343,7 Ha), ini merupakan tanah dari hasil pertukaraan penguasaan dan penyelenggaraan tanah-tanah yang dahulunya milik TNI AD lalu dialihkan ke TNI AL. Berdasarkan surat keputusan Menteri Pertahanan, Ir Juanda, yang tercantum dalam Inventaris Kekayaan Negara (IKN) yang telah dikuasakan pada Lantamal XIII Tarakan.

“Kami mepersilakan bila masyarakat Pantai Amal untuk menempuh jalur hukum jika dirasakan lebih baik. Yang jelas kami memiliki bukti otentik, berupa surat-surat silakan saja jika menempuh jalur hukum namun, masyarakat harus menerima konsekuensi jika gugatan dimenangkan oleh TNI AL,” tegas Ferial Fachroni.

 Sebelumnya Lantamal XIII Tarakan sudah melakukan koordinasi intens dengan masyarakat melalui aparat daerah setempat seperti lurah dan RT, tetapi pihaknya juga tidak akan semena-mena kepada masyarakat karena tidak sesuai dengan prinsip TNI, namun masyarakat juga dimohon untuk bisa diajak bekerjasama.

“Masyarakat jangan mau terprovokasi oleh pihak-pihak yang memanfaatkan keadaan ini,” jelas Ferial Fachroni.

Agar permasalahan tersebut tidak berlarut-larut, Lantamal dan pihak terkait berenaca akan melakukan pengukuran ulang, guna memperjelas batas tanah milik TNI AL di Pantai Amal sesuai dokumen yang ada pada Lantamal Tarakan. Karena ada beberapa tanda batas yang pernah dipasang, sudah usang termakan usia.

“Kami pastikan pengukuran ulang tidak akan mengganggu aktivitas warga. Dan kami mohon masyarakat Pantai Amal untuk dapat bekerjasama dan tetap tenang,” tambah Ferial Fachroni.

Diadakannya langkah pengukuran ulang ini dimaksudkan sebagai langkah antisipasi agar mencegah adanya oknum, yang melakukan praktek jual beli tana. “Kami sudah mengetahui siapa oknum tersebut dan sekarang kami sudah tindak lanjuti dengan upaya proses hukum,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut pihak Lantamal XIII Tarakan juga menyampaikan bahwa dalam dengar pendapat yang dilaksanakan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan pada 7 Maret yang tidak menghadiri undangan rapat karena memang, tidak pernah ada surat undangan ditujukan kepada mereka. “Kami tidak menerima undangan maupun pemberitahuan berkaitan dengan adanya rapat dengar pendapat DPRD Tarakan dengan masyarakat Pantai Amal,” ungkapnya.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2018 14:19

Buruh Migran Dicegat via Jalur Seksi

ASRIDADI (25) tergiur dengan iming-iming gaji dari salah seorang calo buruh migran di Sebatik.…

Senin, 22 Oktober 2018 14:17

Memicu Pelanggaran Hukum

PELAKU kejahatan yang ditangani Polres Tarakan tidak hanya melibatkan orang dewasa saja, namun terdapat…

Senin, 22 Oktober 2018 14:16

Lepas Stres, Pendatang Diberi Pilihan Ikut atau Tidak

Hubei Polytechnic University di Negeri Tirai Bambu, memang memiliki ragam mahasiswa yang berasal dari…

Senin, 22 Oktober 2018 14:14

Delapan Tahun Putus Komunikasi dengan Orangtua

TARAKAN – Sebanyak 88 buruh migran Indonesia, Kamis (18/10) dipulangkan melalui Pelabuhan Tunon…

Senin, 22 Oktober 2018 13:49

Oknum Polres Terancam Dipecat

TARAKAN- Akibat terjerat kasus narkotika, salah seorang oknum Polres Tarakan berinisial SS saat ini…

Senin, 22 Oktober 2018 13:45

Enam Speedboat Disiagakan

TARAKAN - Jelang tahapan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dilakukan oleh Pemprov Kaltara,…

Senin, 22 Oktober 2018 13:40

Krisis SMP Negeri

TARAKAN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tarakan nampaknya masih memikirkan krisisnya…

Senin, 22 Oktober 2018 13:37

Jembatan Alternatif Terancam Putus

TARAKAN – Tak hanya jalan di Gang Punti yang disoroti warga RT 16, Kelurahan Karang Harapan. Melainkan…

Senin, 22 Oktober 2018 13:34

Solar Tumpah, Jalan Licin Makan Korban

TARAKAN – Kemarin (21/10) pagi sekira pukul 09.00 Wita masyarakat RT 13 Kelurahan Kampung Empat…

Senin, 22 Oktober 2018 13:31

Bantuan Terakhir dari Kaltara Akhirnya Dikirim

TARAKAN - Sebanyak 19 ton bantuan masyarakat Kaltara yang terdiri atas sembako dan pakaian dikirim pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .