MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 10 Maret 2017 09:23
Banyak Kapal Ikan Tidak Miliki Izin Ekspor-Impor
DOKUMEN TIDAK LENGKAP: Kapal pengangkut ikan yang singgah di Sebatik dan akan ke Malaysia banyak ditemukan tidak memiliki dokumen resmi, khususnya mengenai izin ekspor-impor. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Kapal pengangkut hasil laut dari wilayah Indonesia ke Tawau, Malaysia banyak ditemukan melakukan pelanggaran. Terutama persoalan dokumen izin ekspor impor yang tidak lengkap.

Kepala Syahbandar di Pelabuhan Perikanan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sebatik, Suparmoko mengungkapkan, kapal yang membawa ikan ke Tawau, Malaysia masih sering ditemui melakukan pelanggaran. Seperti yang ditemui personelnya di lapangan 4 Maret lalu. Kapal yang hendak menuju Tawau, Malaysia tidak memiliki izin angkutan yang resmi. “Kapal-kapal ini sudah sering masuk ke Tawau, kejadian ini bukan pertama kali terjadi di Perairan Sebatik,” ungkap Suparmoko.

Ia menjelaskan, pihaknya sendiri hanya mengeluarkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB), namun sebelum diterbitkan harus melengkapi persyaratan lain sebelum menuju Tawau. Serta, dilakukan pemeriksaan kapal di lapangan.

Kapal yang dimaksud, kelengkapan berlayar seperti dokumen kapal lengkap termasuk alat keselamatan, namun ada dokumen yang tidak dimiliki, yakni izin ekspor ikan ke luar negeri. Hal ini yang menjadi tanda tanya sehingga kapal tersebut ditahan sementara waktu.

“Saya juga heran kenapa pemilik kapal ini berani membawa ikan ke Tawau, Malaysia padahal izin ekspornya dari instansi terkait tidak ada,” tuturnya.

Ia juga membeberkan, kapal yang mengangkut ikan ke Tawau, Malaysia bukan kali pertama ditemukan melakukan pelanggaran. “Biasalah ada yang nakal, karena ini mungkin ada permintaan dari Tawau, harus cepat membawa ikan. Syarat dokumen pun diabaikan,” tambahnya.

Menurutnya, untuk keberangkatan kapal yang bermasalah tersebut bukan hanya kewenangan dari pihaknya. Sebab, saat ini kapal yang keluar masuk di Sebatik tidak sandar di PPI, melainkan di Pelabuhan Sei Pancang. Untuk melakukan tindakan, ia harus melakukan koordinasi dengan pengelola pelabuhan terkait kapal yang sering singgah di Pelabuhan Sei Pancang.

“Karena PPI ini masih menumpang di pelabuhan umum, jadi harus saling menghargai. Jika ada kapal ikan masuk harus dilaporkan juga ke pengelola pelabuhan,” tuturnya.

Sedangkan, kapal yang melalukan pelanggarn akan ditahan dan tidak diberikan SPB sementara waktu. Itu dilakukan untuk memberikan sanksi, agar ke depan ketika ingin membawa ikan ke Tawau, Malaysia harus melengkapi dokumen terlebih dahulu. “Ini pelajaran bagi pengusaha ikan yang lain, bahwa untuk melakukan perdagagan antar negara harus memiliki dokumen resmi,” pesannya. (nal/eza)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 21 Juni 2018 22:30

Transhipment Beras Batal Dilakukan

NUNUKAN – Kapal MV Dong Thien Phu Golden yang mengangkut beras 2.900 ton dari Vietnam, ingin melakukan…

Kamis, 21 Juni 2018 14:37

Solusi Bangun Penangkaran Buaya

NUNUKAN – Keberadaan hewan reptilia jenis buaya di wilayah pesisir, Kelurahan Tanjung Harapan,…

Rabu, 20 Juni 2018 15:36

Arus Balik Normal, Tak Ada Lonjakan Penumpang

  NUNUKAN - PT Perusahaan Pelayaran Nasional (Pelni) Cabang Nunukan, memastikan arus balik akan…

Rabu, 20 Juni 2018 15:16

IIH LEBAY..!! Buaya Ditangkap, Kok.. Tiga Warga yang Kerasukan

NUNUKAN - Buaya di sekitar pesisir Mamolo, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan dinamai…

Rabu, 20 Juni 2018 15:11

Tujuan Utama Pengiriman Miras Belum Diketahui

NUNUKAN — Penyidikan terus dilakukan oleh pihal Lanal Nunukan terhadap juragan juga anak buah…

Rabu, 20 Juni 2018 11:32

Pasca Lebaran Harga Masih Stabil

NUNUKAN – Pasca lebaran Idulfitri, sejumlah harga sembilan bahan pokok (Sembako) yang diperjual…

Rabu, 20 Juni 2018 11:30

Tahun Ini, Tak Dapat Remisi

NUNUKAN-Sebanyak 111 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Nunukan akan menerima remisi…

Rabu, 20 Juni 2018 11:28

Penyeberangan ke Negara Tetangga Kembali Dibuka

NUNUKAN - Pasca lebaran H+3 penyeberangan Nunukan-Tawau, Malaysia telah kembali normal. Aktivitas di…

Senin, 18 Juni 2018 13:23

Diterkam Buaya, Sudding Nyaris Meregang Nyawa

NUNUKAN - Seorang warga Tanjung Harapan Mamolo, Kecamatan Nunukan Selatan, Kaltara diserang buaya mengakibatkan…

Senin, 18 Juni 2018 11:00

Ribuan Miras Ilegal Nyaris Lolos Edar

NUNUKAN - Belasan ribu botol Minuman Keras (Miras) ilegal asal Malaysia yang akan diselundupkan ke Berau,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .