MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Jumat, 10 Maret 2017 09:23
Banyak Kapal Ikan Tidak Miliki Izin Ekspor-Impor
DOKUMEN TIDAK LENGKAP: Kapal pengangkut ikan yang singgah di Sebatik dan akan ke Malaysia banyak ditemukan tidak memiliki dokumen resmi, khususnya mengenai izin ekspor-impor. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Kapal pengangkut hasil laut dari wilayah Indonesia ke Tawau, Malaysia banyak ditemukan melakukan pelanggaran. Terutama persoalan dokumen izin ekspor impor yang tidak lengkap.

Kepala Syahbandar di Pelabuhan Perikanan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sebatik, Suparmoko mengungkapkan, kapal yang membawa ikan ke Tawau, Malaysia masih sering ditemui melakukan pelanggaran. Seperti yang ditemui personelnya di lapangan 4 Maret lalu. Kapal yang hendak menuju Tawau, Malaysia tidak memiliki izin angkutan yang resmi. “Kapal-kapal ini sudah sering masuk ke Tawau, kejadian ini bukan pertama kali terjadi di Perairan Sebatik,” ungkap Suparmoko.

Ia menjelaskan, pihaknya sendiri hanya mengeluarkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB), namun sebelum diterbitkan harus melengkapi persyaratan lain sebelum menuju Tawau. Serta, dilakukan pemeriksaan kapal di lapangan.

Kapal yang dimaksud, kelengkapan berlayar seperti dokumen kapal lengkap termasuk alat keselamatan, namun ada dokumen yang tidak dimiliki, yakni izin ekspor ikan ke luar negeri. Hal ini yang menjadi tanda tanya sehingga kapal tersebut ditahan sementara waktu.

“Saya juga heran kenapa pemilik kapal ini berani membawa ikan ke Tawau, Malaysia padahal izin ekspornya dari instansi terkait tidak ada,” tuturnya.

Ia juga membeberkan, kapal yang mengangkut ikan ke Tawau, Malaysia bukan kali pertama ditemukan melakukan pelanggaran. “Biasalah ada yang nakal, karena ini mungkin ada permintaan dari Tawau, harus cepat membawa ikan. Syarat dokumen pun diabaikan,” tambahnya.

Menurutnya, untuk keberangkatan kapal yang bermasalah tersebut bukan hanya kewenangan dari pihaknya. Sebab, saat ini kapal yang keluar masuk di Sebatik tidak sandar di PPI, melainkan di Pelabuhan Sei Pancang. Untuk melakukan tindakan, ia harus melakukan koordinasi dengan pengelola pelabuhan terkait kapal yang sering singgah di Pelabuhan Sei Pancang.

“Karena PPI ini masih menumpang di pelabuhan umum, jadi harus saling menghargai. Jika ada kapal ikan masuk harus dilaporkan juga ke pengelola pelabuhan,” tuturnya.

Sedangkan, kapal yang melalukan pelanggarn akan ditahan dan tidak diberikan SPB sementara waktu. Itu dilakukan untuk memberikan sanksi, agar ke depan ketika ingin membawa ikan ke Tawau, Malaysia harus melengkapi dokumen terlebih dahulu. “Ini pelajaran bagi pengusaha ikan yang lain, bahwa untuk melakukan perdagagan antar negara harus memiliki dokumen resmi,” pesannya. (nal/eza)


BACA JUGA

Jumat, 22 September 2017 11:31

Rute Nunukan-Surabaya Segera Dibuka

NUNUKAN – Aktivitas di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan dipastikan akan semakin sibuk setelah dibukanya…

Jumat, 22 September 2017 11:27

Tumbang ke Jalan, Pohon Beringin Nyaris ‘Makan’ Korban

NUNUKAN – Salah seorang pengendara sepeda motor nyaris tertimpa pohon beringin yang tumbang karena…

Jumat, 22 September 2017 10:40

Tidak Diizinkan Orang Tua dan Jadikan Dahlan Iskan Sebagai Inspirasi

Sebagai warga yang tinggal desa terpencil dan pelosok di perbatasan RI-Malaysia tidak menyurutkan sejumlah…

Rabu, 20 September 2017 10:14

Perbatasan Nihil Tindakan dan Kelompok Radikal di Perbatasan

NUNUKAN – Gerakan radikalisme saat ini menjadi perhatian nasional. Sejumlah tindakan dan kelompok-kelompok…

Rabu, 20 September 2017 10:12

KJRI Nilai Malaysia Tak Bertanggung Jawab

NUNUKAN – Diperkirakan jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditahan di Sabah, Malaysia sudah…

Selasa, 19 September 2017 13:31

Tim Tujuh Akhirnya Direspons Pemkab

NUNUKAN – Setelah terbentuk dan lama menunggu reaksi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, tim…

Selasa, 19 September 2017 13:29

Lulus SD, Sempat Kabur dari Rumah karena Akan Dinikahkan

Yayasan Indonesia Tionghoa Culture Centre (ITCC) Jawa Pos kali ini memberangkatkan 60 pelajar dari Kalimantan…

Senin, 18 September 2017 10:24

Masalah Klasik, Siap-Siap Listrik Padam Bergilir

NUNUKAN – Dalam beberapa pekan terkahir, masyarakat Nunukan dibuat tidak nyaman dengan pelayanan…

Senin, 18 September 2017 10:24

Masalah Klasik, Siap-Siap Listrik Padam Bergilir

NUNUKAN – Dalam beberapa pekan terkahir, masyarakat Nunukan dibuat tidak nyaman dengan pelayanan…

Senin, 18 September 2017 10:21

Pemerintah Diminta Atasi Persoalan Beras dan Garam Krayan

NUNUKAN – Ketua Umum Persekutuan Dayat Lundayeh (PDL) Yansen TP mengharapkan Pemerintah Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .