MANAGED BY:
RABU
24 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 10 Maret 2017 09:23
Banyak Kapal Ikan Tidak Miliki Izin Ekspor-Impor
DOKUMEN TIDAK LENGKAP: Kapal pengangkut ikan yang singgah di Sebatik dan akan ke Malaysia banyak ditemukan tidak memiliki dokumen resmi, khususnya mengenai izin ekspor-impor. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Kapal pengangkut hasil laut dari wilayah Indonesia ke Tawau, Malaysia banyak ditemukan melakukan pelanggaran. Terutama persoalan dokumen izin ekspor impor yang tidak lengkap.

Kepala Syahbandar di Pelabuhan Perikanan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sebatik, Suparmoko mengungkapkan, kapal yang membawa ikan ke Tawau, Malaysia masih sering ditemui melakukan pelanggaran. Seperti yang ditemui personelnya di lapangan 4 Maret lalu. Kapal yang hendak menuju Tawau, Malaysia tidak memiliki izin angkutan yang resmi. “Kapal-kapal ini sudah sering masuk ke Tawau, kejadian ini bukan pertama kali terjadi di Perairan Sebatik,” ungkap Suparmoko.

Ia menjelaskan, pihaknya sendiri hanya mengeluarkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB), namun sebelum diterbitkan harus melengkapi persyaratan lain sebelum menuju Tawau. Serta, dilakukan pemeriksaan kapal di lapangan.

Kapal yang dimaksud, kelengkapan berlayar seperti dokumen kapal lengkap termasuk alat keselamatan, namun ada dokumen yang tidak dimiliki, yakni izin ekspor ikan ke luar negeri. Hal ini yang menjadi tanda tanya sehingga kapal tersebut ditahan sementara waktu.

“Saya juga heran kenapa pemilik kapal ini berani membawa ikan ke Tawau, Malaysia padahal izin ekspornya dari instansi terkait tidak ada,” tuturnya.

Ia juga membeberkan, kapal yang mengangkut ikan ke Tawau, Malaysia bukan kali pertama ditemukan melakukan pelanggaran. “Biasalah ada yang nakal, karena ini mungkin ada permintaan dari Tawau, harus cepat membawa ikan. Syarat dokumen pun diabaikan,” tambahnya.

Menurutnya, untuk keberangkatan kapal yang bermasalah tersebut bukan hanya kewenangan dari pihaknya. Sebab, saat ini kapal yang keluar masuk di Sebatik tidak sandar di PPI, melainkan di Pelabuhan Sei Pancang. Untuk melakukan tindakan, ia harus melakukan koordinasi dengan pengelola pelabuhan terkait kapal yang sering singgah di Pelabuhan Sei Pancang.

“Karena PPI ini masih menumpang di pelabuhan umum, jadi harus saling menghargai. Jika ada kapal ikan masuk harus dilaporkan juga ke pengelola pelabuhan,” tuturnya.

Sedangkan, kapal yang melalukan pelanggarn akan ditahan dan tidak diberikan SPB sementara waktu. Itu dilakukan untuk memberikan sanksi, agar ke depan ketika ingin membawa ikan ke Tawau, Malaysia harus melengkapi dokumen terlebih dahulu. “Ini pelajaran bagi pengusaha ikan yang lain, bahwa untuk melakukan perdagagan antar negara harus memiliki dokumen resmi,” pesannya. (nal/eza)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 23 Januari 2018 18:38

BREAKING NEWS!!! Speedboat Ditabrak, Penumpang Diduga TKI Yang...

NUNUKAN - Kecelakaan lalu lintas perairan kembali memakan korban, Selasa (23/1/2018). Satu unit speedboat …

Selasa, 23 Januari 2018 12:54

Menang PTUN, Tiga Pejabat Dilantik

NUNUKAN – Tiga aparatur sipil negara (ASN) yang memenangkan gugatan terhadap Bupati Nunukan, Hj.…

Selasa, 23 Januari 2018 12:52

AWAS KELUPAAN..ASN Dilarang Komentar di Facebook

NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura yang baru saja melantik empat aparatur sipil negara (ASN)…

Selasa, 23 Januari 2018 12:30

Pemanfaatan Air Masih Sebatas Desa Lapri

EMBUNG Desa Lapri, Kecamatan Sebatik Utara mulai dapat dimanfaatkan warga. Saat ini sebanyak 170 rumah…

Selasa, 23 Januari 2018 12:09

APBD Lambat, SOA Terdampak

NUNUKAN - Subsidi Ongkos Angkut (SOA) Penumpang 2018 hingga saat ini belum juga berjalan. Padahal, aktivitas…

Selasa, 23 Januari 2018 12:08

12 Tahun Jembatan Tak Tersentuh Perbaikan

NUNUKAN - Dermaga Inhutani dan Sungai Bolong merupakan dermaga vital bagi petani dan pedagang. Sebab,…

Selasa, 23 Januari 2018 12:06

Aktifkan Pos Kamling, Tempatkan Personel Ronda Malam

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan turun tangan menangani maraknya aksi pencurian akhir-akhir…

Selasa, 23 Januari 2018 11:58

Beras ‘Tetangga’ Makin Langka

MESKIPUN harga beras asal Tawau, Malaysia tak semahal beras dalam negeri, masyarakat Nunukan tetap bertahan…

Senin, 22 Januari 2018 14:13

Rp 250 Miliar untuk PLTMG Mansapa

NUNUKAN – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Kelurahan Mansapa, Kecamatan…

Senin, 22 Januari 2018 14:02

Jangan Curhat di Medsos, Tapi Laporkan!

NUNUKAN – Ada banyak faktor yang melatarbelakangi sejumlah aksi kriminalitas akhir-akhir ini.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .