MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Jumat, 10 Maret 2017 09:23
Banyak Kapal Ikan Tidak Miliki Izin Ekspor-Impor
DOKUMEN TIDAK LENGKAP: Kapal pengangkut ikan yang singgah di Sebatik dan akan ke Malaysia banyak ditemukan tidak memiliki dokumen resmi, khususnya mengenai izin ekspor-impor. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Kapal pengangkut hasil laut dari wilayah Indonesia ke Tawau, Malaysia banyak ditemukan melakukan pelanggaran. Terutama persoalan dokumen izin ekspor impor yang tidak lengkap.

Kepala Syahbandar di Pelabuhan Perikanan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sebatik, Suparmoko mengungkapkan, kapal yang membawa ikan ke Tawau, Malaysia masih sering ditemui melakukan pelanggaran. Seperti yang ditemui personelnya di lapangan 4 Maret lalu. Kapal yang hendak menuju Tawau, Malaysia tidak memiliki izin angkutan yang resmi. “Kapal-kapal ini sudah sering masuk ke Tawau, kejadian ini bukan pertama kali terjadi di Perairan Sebatik,” ungkap Suparmoko.

Ia menjelaskan, pihaknya sendiri hanya mengeluarkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB), namun sebelum diterbitkan harus melengkapi persyaratan lain sebelum menuju Tawau. Serta, dilakukan pemeriksaan kapal di lapangan.

Kapal yang dimaksud, kelengkapan berlayar seperti dokumen kapal lengkap termasuk alat keselamatan, namun ada dokumen yang tidak dimiliki, yakni izin ekspor ikan ke luar negeri. Hal ini yang menjadi tanda tanya sehingga kapal tersebut ditahan sementara waktu.

“Saya juga heran kenapa pemilik kapal ini berani membawa ikan ke Tawau, Malaysia padahal izin ekspornya dari instansi terkait tidak ada,” tuturnya.

Ia juga membeberkan, kapal yang mengangkut ikan ke Tawau, Malaysia bukan kali pertama ditemukan melakukan pelanggaran. “Biasalah ada yang nakal, karena ini mungkin ada permintaan dari Tawau, harus cepat membawa ikan. Syarat dokumen pun diabaikan,” tambahnya.

Menurutnya, untuk keberangkatan kapal yang bermasalah tersebut bukan hanya kewenangan dari pihaknya. Sebab, saat ini kapal yang keluar masuk di Sebatik tidak sandar di PPI, melainkan di Pelabuhan Sei Pancang. Untuk melakukan tindakan, ia harus melakukan koordinasi dengan pengelola pelabuhan terkait kapal yang sering singgah di Pelabuhan Sei Pancang.

“Karena PPI ini masih menumpang di pelabuhan umum, jadi harus saling menghargai. Jika ada kapal ikan masuk harus dilaporkan juga ke pengelola pelabuhan,” tuturnya.

Sedangkan, kapal yang melalukan pelanggarn akan ditahan dan tidak diberikan SPB sementara waktu. Itu dilakukan untuk memberikan sanksi, agar ke depan ketika ingin membawa ikan ke Tawau, Malaysia harus melengkapi dokumen terlebih dahulu. “Ini pelajaran bagi pengusaha ikan yang lain, bahwa untuk melakukan perdagagan antar negara harus memiliki dokumen resmi,” pesannya. (nal/eza)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 10:43

Diisukan Pakai Tikus, Pemilik RM Arema Laporkan Tim Terpadu ke Polisi

NUNUKAN – Merasa nama baik dan reputasi usaha yang dilakukan tercemar, pemilik Rumah Makan (RM)…

Sabtu, 18 November 2017 10:39

Bukan Bakso Terbuat dari Daging Tikus, Hanya...

NUNUKAN – Simpang siurnya informasi yang tersebar di media sosial (medsos) mengenai daging tikus…

Jumat, 17 November 2017 11:39

Pembangunan Pasar Tradisional Terpadu Digenjot

NUNUKAN – Pembangunan Pasar Tradisional Terpadu terus di genjot, Dinas Perdagangan memastikan…

Jumat, 17 November 2017 11:37

PLN Masih Menunggu Penentuan Golongan Tarif Listrik

NUNUKAN – Wacana golongan tarif listrik yang bakal dikurangi, PT Perusahan Listrik Negara (PLN)…

Kamis, 16 November 2017 09:40

Hasil Sampel Positif Mengandung Daging Tikus

NUNUKAN – Isu tidak sedap kembali diterima warga Kabupaten Nunukan. Khususnya penggemar kuliner…

Kamis, 16 November 2017 09:38

Pemkab Selidiki Keaslian Hasil Laboratorium

NUNUKAN – Tak ingin gegabah langsung mengambil tindakan tegas, Pemerintah Kabupaten Nunukan memilih…

Rabu, 15 November 2017 13:00

Dua Pekan, Polisi Tilang 414 Pengendara

NUNUKAN – Berakhir sudah Operasi Zebra yang dilakukan serentak se-Indonesia selama 14 hari. Di…

Rabu, 15 November 2017 12:59

Pos Lintas Batas Negara Akan Dibangun

NUNUKAN – Rapat teknis dan sidang ke-22 Tim Sosial Ekonomi Malaysia Indonesia (Sosek Malindo),…

Selasa, 14 November 2017 10:29

KPU Temukan Data Ganda KTA Parpol

NUNUKAN – Proses verifikasi administrasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan terhadap sejumlah…

Selasa, 14 November 2017 10:20

Kelanjutan SOA Barang dan Penumpang Dipastikan Aman

NUNUKAN – Masalah klasik persoalan Subsidi Ongkos Angkutan (SOA) barang dan penumpang untuk wilayah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .